”Hebatua”, Tradisi Bakar Batu dari Wakatobi

Malaysia News News

”Hebatua”, Tradisi Bakar Batu dari Wakatobi
Malaysia Latest News,Malaysia Headlines
  • 📰 hariankompas
  • ⏱ Reading Time:
  • 93 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 41%
  • Publisher: 70%

Seperti tinggalan arkeologi, teknik memasak dan makanan adalah artefak kebudayaan yang bisa mengisahkan jejak nenek moyang.

Wa Mari dan Wa Masrida dari Desa Pajam, Kaledupa Selatan, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, tengah membuat tombole, yaitu umbi-umbian dan pisang plantain yang dimasak dengan teknik bakar batu, Selasa . Tombole merupakan teknik menyiapkan pangan tertua di kepulauan ini dengan bahan baku dari bahan pangan lokal yang adaptif terhadap kondisi lingkungan kering dan berbatu.

Opa yang telah dikupas itu kemudian dicincang dan dicampur kelapa parut, lalu ditambah irisan bawang dan garam. Setelah bercampur, semua adonan diaduk menjadi satu dan dibungkus daun pisang. Proses serupa dilakukan pada adonan berbahan dasar pisang dan kanokau.Wa Mari dan Wa Masrida mengolah ubi, singkong, dan pisang menjadi tombole, di Desa Pajam, Kaledupa Selatan, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Selasa . Tombole adalah hasil olahan pangan lokal dengan proses bakar batu.

Cara membungkus ketiga jenis tombole itu juga tidak sama. Beberapa persegi dan juga ada yang lonjong. Bentuk ini merupakan perwujudan laki-laki dan perempuan. Sedangkan yang dibungkus berbentuk kerucut diperuntukkan bagi orang tua.Masigulu , suami Wa Mari, berjalan ke kebun yang berjarak 50 meter dari kediamannya. Di situ, dia telah menyiapkan batu-batu karang berukuran sekepalan tangan dan beberapa lembar daun pisang. Dia juga menyiapkan lubang sedalam sekitar 30 sentimeter.

Berbagai jenis tombole yang telah dibungkus daun pisang itu disusun di atas batu panas. Beberapa umbi kano turut disusun di atasnya, lalu ditumpuk oleh batu-batu dan kemudian tombole, dan begitu seterusnya hingga beberapa lapis secara selang-seling. Daun pisang menutupi bagian paling atas, sebelum kemudian dilapisi tanah.

”Dulu kami bikin ini setiap jelang musim panen kano. Yang dibuat adalah dari kano-kano sisa panen sebelumnya,” ucap Masigulu. Secara kepercayaan, warga tidak akan melakukan proses pembuatan tombole ketika tanaman kano baru ditanam. Sebab, dipercaya hasil kano akan buruk dan gagal panen.Tombole, merupakan teknik bakar batu dari Pulau Kaledupa, Sulawesi Tenggara.

Beloro mengaku tak mengetahui dengan pasti mengapa tradisi bakar batu ini mirip dengan yang dilakukan orang Papua. ”Yang jelas, sudah dari turun-temurun ini kami lakukan,” katanya.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

hariankompas /  🏆 8. in İD

Malaysia Latest News, Malaysia Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Jelantah dan Minyak Sawit untuk Bakar Bakar PesawatJelantah dan Minyak Sawit untuk Bakar Bakar PesawatDengan sederet sumber daya nabati yang melimpah, Indonesia berpeluang untuk semakin menguatkan rantai pasok BBN. Perlu dukungan regulasi hingga perencanaan matang agar implementasi dapat berkelanjutan.
Read more »

Mengenal Tradisi Potong Jari Suku Dani PapuaMengenal Tradisi Potong Jari Suku Dani PapuaBerita Terkini Seputar Opini, Berita Terbaru Indonesia, Berita Hari Ini, Berita Terpopuler, Media Indonesia | Referensi Bangsa
Read more »

Pisang, Tradisi dan Harapan Baru SulselPisang, Tradisi dan Harapan Baru SulselPenjabat Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin berikhtiar menjadikan pisang sebagai solusi kemiskinan dan pengangguran.
Read more »

Tradisi Makan Kacang Beracun, Penopang Ketahanan Pangan NTTTradisi Makan Kacang Beracun, Penopang Ketahanan Pangan NTTPengetahuan warga NTT untuk mengonsumsi aneka sumber makanan segar yang disediakan alam, seperti kacang-kacangan beracun, merupakan warisan berharga yang harus dijaga.
Read more »



Render Time: 2025-02-28 06:44:28