Eniya Listiani Dewi, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material: Kami Merancang Ventilator dengan Bahan Lokal - Tamu - koran.tempo.co

Malaysia News News

Eniya Listiani Dewi, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material: Kami Merancang Ventilator dengan Bahan Lokal - Tamu - koran.tempo.co
Malaysia Latest News,Malaysia Headlines
  • 📰 korantempo
  • ⏱ Reading Time:
  • 108 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 46%
  • Publisher: 51%

Eniya Listiani Dewi, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material: Kami Merancang Ventilator dengan Bahan Lokal

Sebab, jumlah ventilator di rumah sakit di seluruh Indonesia masih minim. Padahal kebutuhan akan alat bantu pernapasan itu di tengah pandemi virus corona bakal terus meningkat.

Eniya memang punya peran sentral dalam upaya pembuatan ventilator berbahan baku lokal. Sudah hampir sebulan terakhir ia bertugas memimpin tim riset pembuatan ventilator di BPPT. Tak hanya itu, dia ikut memberikan pendampingan dan konsultasi kepada lembaga serta perusahaan lain yang juga sedang mengembangkan ventilator.

Berikut ini perbincangan Praga Utama dan fotografer Hilman Fathurrahman dari Tempo dengan Eniya, Kamis lalu.Mulanya kami diminta oleh pihak Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo Jakarta untuk membuat otomatisasi ambu bag milik mereka. Ambu bag itu kan bentuknya kantong, fungsinya untuk memompa udara ke paru-paru pasien yang kesulitan bernapas. Tapi penggunaannya manual, ditekan pakai tangan yang melelahkan perawat dan dokter, apalagi ambu bag bisa dipakai berjam-jam.

Selain kami, ada tim dari universitas dan lembaga riset lain yang juga mengembangkan ventilator untuk membantu penanganan Covid-19. Totalnya ada 18 tim . Nah, sejak awal saya umumkan ke mereka, tolong utamakan penggunaan bahan lokal, karena alat ini nantinya akan diproduksi secara massal. Tapi, kalau kita lihat sekarang, rupanya masih banyak tim yang memakai komponen impor. Kami khawatir kalau mau diproduksi massal barangnya malah susah didapat.

BPPT sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 2,4 miliar khusus untuk riset dan pengadaan ventilator. Untuk riset dan pengembangan, sejauh ini kami hanya habis Rp 300 jutaan. Nah, nanti sisa anggarannya digunakan untuk membeli produk jadi dari PT Len dan Polyjaya. Untuk tahap awal, kami berencana membeli 100 unit dari masing-masing perusahaan. Pembeliannya dengan mekanisme mata anggaran hibah.

Saya rasa ventilator CPAP berbasis ambu bag otomatis akan jauh lebih dibutuhkan dibanding ventilator ICU yang fiturnya lebih lengkap dan rumit. Karena ventilator jenis ini dibutuhkan oleh pasien dalam pengawasan Covid-19 yang belum kritis, tapi sudah merasa sesak napas. Pasien kategori ini jumlahnya paling banyak. Mereka memerlukan ventilator yang bisa dipakai setiap hari dalam jangka waktu lama dan mudah dioperasikan tanpa harus mengandalkan dokter atau perawat terlatih.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

korantempo /  🏆 38. in İD

Malaysia Latest News, Malaysia Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Ventilator Indonesia Ditargetkan Siap Produksi Awal MeiVentilator Indonesia Ditargetkan Siap Produksi Awal MeiPT LEN juga masih menunggu sertifikasi desain ventilator dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan beberapa universitas yang melakukan pengujian sertifikasi.
Read more »

Mendeteksi Penderita Covid-19 Lewat Ponsel - Ilmu dan Teknologi - koran.tempo.coMendeteksi Penderita Covid-19 Lewat Ponsel - Ilmu dan Teknologi - koran.tempo.coData dan privasi pengguna ponsel pintar tetap terjaga.
Read more »

Agar Penjahit Lebih Sejahtera - Ilmu dan Teknologi - koran.tempo.coAgar Penjahit Lebih Sejahtera - Ilmu dan Teknologi - koran.tempo.coJahitin menggandeng lebih dari 500 mitra penjahit di berbagai daerah.
Read more »

Maskapai Bertahan dengan Layanan Kargo - Ekonomi dan Bisnis - koran.tempo.coMaskapai Bertahan dengan Layanan Kargo - Ekonomi dan Bisnis - koran.tempo.coPengusaha logistik meminta regulasi insentif untuk angkutan barang.
Read more »

Ekspor Besi dan Baja Melonjak Selama Pandemi - Ekonomi dan Bisnis - koran.tempo.coEkspor Besi dan Baja Melonjak Selama Pandemi - Ekonomi dan Bisnis - koran.tempo.coPermintaan domestik merosot hingga 40 persen.
Read more »

Mengulik Beli Kreatif Lokal, Program Pemberdayaan Sektor Kreatif Terdampak Pandemi ala KemenparekrafMengulik Beli Kreatif Lokal, Program Pemberdayaan Sektor Kreatif Terdampak Pandemi ala KemenparekrafProgram Beli Kreatif Lokal diprioritaskan oleh Kemenparekraf untuk tiga bidang saja, yakni kuliner, kriya, dan fesyen.
Read more »



Render Time: 2025-02-26 22:30:53