Ekspor Besi dan Baja Melonjak Selama Pandemi
JAKARTA - Ekspor besi dan baja dengan kode harmonized system 72 pada triwulan pertama tahun ini naik 38,37 persen di tengah pandemi global Covid-19. Badan Pusat Statistik mencatat ekspor besi dan baja pada triwulan pertama sebesar US$ 2,26 miliar, naik dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 1,63 miliar. Maret lalu, ekspor besi dan baja tercatat US$ 831 juta. Angka tersebut melonjak drastis dari US$ 610 juta pada Februari dan US$ 649 juta pada Maret tahun lalu.
Selain itu, Taufiek mengatakan kenaikan ekspor besi dan baja ditopang oleh permintaan baja ke Amerika Serikat yang berasal dari Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah; serta Kawasan Industri Bantaeng, Sulawesi Selatan, yang meningkat. Di sana, kata Taufiek, ada sejumlah perusahaan dengan penyertaan modal asing asal Cina yang memiliki smelter dengan nilai ekspor yang cukup besar.
Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan, Kasan Muhri, mengatakan kenaikan tersebut didorong oleh ekspor produk baja berupa ferro alloy nickel yang meningkat 182,76 persen. Nilainya naik dari US$ 398,96 juta menjadi US$ 1,13 miliar. Ketua Cluster Flat Product Asosiasi Besi dan Baja Indonesia , Purwono Widodo, mengatakan kenaikan ekspor selama triwulan pertama terjadi karena produsen mulai mengarahkan orientasinya untuk ekspor akibat permintaan domestik anjlok hingga 40 persen. Meski persoalan Covid-19 baru terlihat pada triwulan kedua di Indonesia, produsen mulai menyiapkan antisipasi pelemahan permintaan domestik dengan membuka pasar ekspor.
Malaysia Latest News, Malaysia Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Kemperin Jaga Pasar Ekspor IKM Furnitur dan KerajinanKemperin terus menjaga pasar-pasar ekspor IKM.
Read more »
Pandemi Corona, Ekspor Mobil Diperkirakan MenurunToyota Indonesia memprediksikan ekspor mobil pada April akan menurun dan semakin melemah pada Mei 2020 karena turunnya permintaan dari negara pengimpor lantaran pandemi virus corona COVID-19.
Read more »
Kebutuhan Naik, Sri Mulyani Sebut RI Tetap Ekspor APDMenkeu Sri Mulyani mengatakan ekspor APD tetap dilakukan karena Indonesia memiliki kontrak dengan negara lain.
Read more »
RI Masih Genjot Ekspor di Tengah CoronaKinerja ekspor RI saat ini berada di tren yang baik lantaran lebih tinggi dibandingkan impor. Hal itu membuat neraca dagang surplus di Maret 2020. Begini datanya: EksporRI via detikfinance
Read more »
Beralasan Penuhi Ekspor, Industri Belum Setop Saat PSBBIndustri tersebut masih mempekerjakan ribuan karyawan di masa pandemi covid-19 ini dengan dalih masih harus menyelesaikan permintaan ekspor barang.
Read more »
Di Tengah Corona, 65.689 Tanaman Hias Air asal Kalbar Tembus Pasar EksporTanaman hias air (aquatic plant) asal Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil menembus pasar ekspor di tengah penyebaran wabah virus corona.
Read more »