Trump dan Erdogan sepakat bekerja sama tangani corona dan dampak yang ditimbulkannya.
REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan percakapan via telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Ahad . Mereka membahas tentang wabah Covid-19.
Tak dijelaskan secara mendetail seperti apa kerja sama yang akan dijalin kedua negara untuk mengatasi pandemi Covid-19 beserta efeknya. Hingga berita ini ditulis, Turki telah memiliki 86.306 pasien dengan korban meninggal mencapai 2.017 jiwa. Sementara AS memiliki 761.183 kasus Covid-19 dengan 40.403 korban jiwa. Angka itu menjadikan Negeri Paman Sam sebagai negara dengan jumlah kasus dan kematian terbanyak di dunia.
Malaysia Latest News, Malaysia Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Trump: Standar Social Distancing di AS Saat Ramadan Sama dengan PaskahTrump juga menilai para pemuka agama Islam di AS tidak akan menolak mengikuti aturan social distancing.
Read more »
Emas Turun 2 Persen Usai Keinginan Trump Membuka LockdownHarga emas di pasar spot turun 1,7 persen ke level 1.689,22 per ounce.
Read more »
Trump: Jika Iran Butuh Ventilator, AS Siap Bantu |Republika OnlineNamun, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menolak tawaran bantuan AS.
Read more »
Cek Fakta: Tidak Benar Sidang Senat AS yang Dihadiri Donald Trump Dibuka dengan Ayat AlquranBeredar video yang diklaim pembacaan Alquran saat pembukaan sidang Senat AS yang dihadiri Presiden Donald Trump, benarkah?
Read more »
Trump Pertanyakan Apakah China Sengaja Ciptakan Krisis Covid-19Trump menyebut bakal ada konsekuensi jika China terbukti bertanggung jawab atas wabah Covid-19.
Read more »
Trump: beberapa negara bagian akan cabut pembatasan terkait coronaPresiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan negara bagian Texas dan Vermont akan mengizinkan bisnis tertentu untuk dibuka kembali pada Senin (20/4). COVID19
Read more »