BPS menyebutkan ada dua penyebab tren inflasi Ramadan tahun ini melambat bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Bagikan Facebook Twitter WhatsApp Linkedin Telegram Tautan Tersalin A- A+ Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik memaparkan bahwa inflasi pada bulan yang bertepatan pada Ramadan tahun ini, yaitu Maret 2023, relatif lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya.
Selain itu, inflasi juga tertahan oleh sejumlah komoditas. Tarif air minum PDAM yang memberikan andil cukup besar terhadap deflasi atau sebesar 0,07 persen. Meski demikian, tren inflasi Ramadan tahun ini masih lebih besar bila dibandingkan dengan periode 2020 dan pada 2021 . Bila melihat trennya, tarif angkutan udara sejak 2020 memberikan andil inflasi paling utama dalam masa Ramadan dan Idulfitri. Pada 2020 mencapai 0,08 persen, untuk 2021 sebesar 0,04 persen, dan pada 2022 berada di level 0,07 persen.
Malaysia Latest News, Malaysia Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
BPS: Inflasi Februari 2023 Sebesar 0,18 PersenInflasi bulanan pada Februari 2023 tercatat naik jika dibandingkan dengan Februari 2023.
Read more »
BPS: Inflasi Maret 2023 Tembus 0,18%, Pangan Jadi PendorongInflasi Maret 2023 yang bertepatan dengan bulan Ramadan melejit didorong dengan kenaikan harga bahan pangan.
Read more »
BPS: Inflasi Maret 2023 Capai 0,18 PersenBadan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi bulanan di Maret 2023 sebesar 0,18 persen (mtm). Angka ini lebih tinggi dari tingkat inflasi bulanan Februari 2023 sekitar 0,16 persen.
Read more »
BPS Catat Inflasi Maret 2023 Capai 0,18%, Ini PemicunyaBPS mencatat inflasi Maret 2023 mencapai 0,18% (bulan ke bulan). Sementara inflasi year on year (y-on-y) sebesar 4,97%.
Read more »
BPS Catat Inflasi Maret 0,18%, Disumbang Tiket Pesawat hingga RokokBPS mencatat inflasi Maret 2023 sebesar 0,18% secara bulanan dan sebesar 4,97% secara tahunan. Inflasi ini disumbang oleh makanan, minuman, hingga tembakau.
Read more »