Bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve menahan suku bunga acuan di level 5,25-5,50%. Ini merupakan kelima kalinya secara beruntun.
Kecenderungan menahan suku bunga secara historis ternyata direspon positif oleh pasar saham Amerika Serikat. Keuntungan Wall Street ternyata menular juga ke pasar saham Indonesia.
Pada edisi menahan suku bunga kali ini juga IHSG mencatatkan kenaikan yang masif. Tercatat sejak September 2023 hingga saat ini IHSG menorehkan penguatan sebesar 6,17%. Penguatan tersebut juga dilengkapi dengan IHSG yang mencatatkan rekor posisi tertinggi sepanjang masa.
Malaysia Latest News, Malaysia Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
IHSG diprediksi menguat terbatas seiring potensi BI tahan suku bungaIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu diperkirakan bergerak menguat terbatas seiring adanya potensi Bank Indonesia (BI) ...
Read more »
IHSG ditutup menguat jelang rapat The FedIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup menguat menjelang Federal Open Market Commitee (FOMC) Bank Sentral ...
Read more »
The Fed Tahan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak HijauBursa Asia-Pasifik kompak melesat pada pembukaan perdagangan Kamis (21/3/2024).
Read more »
The Fed Tahan Suku Bunga, Minyak Beri Respons NegatifRabu (20/3/2024), harga minyak mentah WTI ditutup anjlok 2,14% di posisi US$81,68 per barel, brent terjun 1,64% di posisi US$85,95 per barel
Read more »
The Fed Tahan Suku Bunga Lagi, Isyaratkan Turun 3 Kali Tahun IniBank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed) kembali menahan suku bunga acuan. Diperkirakan ada pemangkasan suku bunga tiga kali akhir 2024.
Read more »
Ramalan Bank Mandiri: The Fed & BI Tahan Suku Bunga Sampai Juni 2024PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. memproyeksikan The Fed masih akan mempertahankan suku bunga pada level 5,5%, setidaknya hingga Juni 2024.
Read more »