Temuan KNKT Kecelakaan Karambol di Tol Semarang-Solo yang Tewaskan 8 Orang: Truk 70 Ton Melaju dengan Gigi Tinggi

Malaysia News News

Temuan KNKT Kecelakaan Karambol di Tol Semarang-Solo yang Tewaskan 8 Orang: Truk 70 Ton Melaju dengan Gigi Tinggi
Malaysia Latest News,Malaysia Headlines
  • 📰 kompascom
  • ⏱ Reading Time:
  • 71 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 32%
  • Publisher: 68%

Berdasarkan pemeriksaan KNKT, sopir truk besi diduga menggunakan gigi 7 dan 8 saat melajukan kendaraannya.

) menyampaikan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan terkait kecelakaan lalu lintas beruntun di Jalan Tol Semarang-Solo di KM 487+600 atau persis di timur rest area KM 487 Boyolali, Jawa Tengah.Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Lalu Lintas Angkutan Jalan KNKT, Wildan mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan tachometer terlihat jarumnya bergerak dari zona hijau sedikit ke zona putih.

"Karena kendaraan ini menggunakan Hino PS 320 di mana ada delapan gigi percepatan dan satu gigi setengah. Sehingga di sini bisa kami pastikan dengan posisi mendekati gigi hijau maka si pengemudi pada saat mengemudi menggunakan gigi kelinci. Posisinya dari tachometer menunjukkan gigi kelinci jadi antara 5 sampai 8. Sementara dari transmisi kita lihat rasionya sama 1:1 berarti juga di gigi tinggi. Antara gigi 7 dan 8.

Menurutnya, dari analisis tachometer sama posisi rasio pengemudi truk besi menggunakan transmisi antara gigi 7 dan 8. Sementara truk mengangkut besi dengan berat sekitar 50 ton. "Pastinya berapa kita menunggu. Karena ini penting ketika kita mengetahui berapa pengemudi menggunakan gigi. Maka di situ akan tampak risiko tidak pengemudi ini karena muatannya cukup berat 50 ton. Berarti kalau dengan kendaraannya dengantrailernya ya sekitar 70 ton. Dengan berat 70 ton meluncur dari ketinggian Salatiga tadi kemudian pakai gigi 7 atau 8 maka gaya dorongnya akan besar. Sehingga dia akan dipaksa mengerem berkali-kali," jelas dia.

Dikatakan dia, ketika pengemudi mengerem berkali-kali maka dapat mengakibatkan dua kemungkinan terjadi. Pertama kampas mengalami panas dan kedua angin tekor."Ketika mengerem berkali-kali risikonya hanya ada dua. Satu kampasnya panas. Dua anginnya tekor. Ketika anginnya tekor tidak bisa mengerem," ungkapnya.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

kompascom /  🏆 9. in İD

Malaysia Latest News, Malaysia Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Ini Hasil Investigasi KNKT soal Kecelakaan Maut di Tol BoyolaliIni Hasil Investigasi KNKT soal Kecelakaan Maut di Tol BoyolaliKNKT telah menginvestigasi kecelakaan beruntun yang menewaskan delapan orang di Tol Boyolali. Apa saja temuannya?
Read more »

Endar Priantoro: Tolong Catat, Saya Masih di KPK Berdasarkan Surat Perintah Kapolri - Tribunnews.comEndar Priantoro: Tolong Catat, Saya Masih di KPK Berdasarkan Surat Perintah Kapolri - Tribunnews.comHal itu disampaikan Brigjen Endar usai melaporkan Ketua KPK Firli Bahuri cs ke Ombudsman atas dugaan pelanggaran malaadministrasi
Read more »

Brigjen Endar: Sebenarnya Saya Masih di KPK Berdasarkan Surat KapolriBrigjen Endar: Sebenarnya Saya Masih di KPK Berdasarkan Surat KapolriBrigjen Endar Klaim Masih Bagian dari KPK
Read more »

Dicopot Firli dkk, Endar: Saya Masih di KPK Berdasarkan Surat Kapolri, Tolong Dicatat |Republika OnlineDicopot Firli dkk, Endar: Saya Masih di KPK Berdasarkan Surat Kapolri, Tolong Dicatat |Republika OnlineEndar sudah tidak aktif di KPK usai dicopot dari jabatannya.
Read more »

Brigjen Endar Bersikeras Masih Pegawai KPK Berdasarkan Surat KapolriBrigjen Endar Bersikeras Masih Pegawai KPK Berdasarkan Surat KapolriBrigjen Pol Endar Priantoro bersikeras masih bekerja sebagai pegawai KPK berdasarkan Surat Perintah Kapolri 29 Maret 2023.
Read more »



Render Time: 2025-04-05 01:24:55