Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri tekstil dan produk tekstil RI terus terjadi
Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara Ristadi mengungkapkan, pemicu gelombang PHK yang masih berlanjut ada berbagai faktor, mulai dari tak mampu bertahan di tengah serbuan produk impor hingga anjloknya kinerja ekspor.Bahkan, lanjutnya, mengacu data Kementerian Perindustrian yang mencatat sepanjang tahun 2022 ada PHK sebanyak 345.000 pekerja di industri TPT nasional.
Belum lagi menyebut PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex yang tengah mengalami masalah utang dengan ekuitas yang negatif.Serangan pakaian impor yang diduga lewat media sosial Tiktok dituding jadi biang kerok pabrik konveksi di dalam negeri terpukul. Tidak sedikit yang akhirnya mengibarkan bendera putih tanda ketidakmampuannya dalam menghadapi persaingan.
"Sisanya reschedule dari misal 6 hari kerja, karena tutup beberapa line dibikin gantian, operasionalnya dari 6 hari jadi 3 hari karena ada mesin mati," kata Redma.
Malaysia Latest News, Malaysia Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
6 Pabrik Tekstil RI PHK Lebih 5.000 Orang, Ini LokasinyaGelombang PHK melanda ribuan buruh tekstil di dalam negeri, cek data terbaru.
Read more »
Tragedi Banjir Danau Himalaya, 14 Orang Tewas, Lebih dari 100 Dilaporkan Orang Hilang - Jawa PosCuaca buruk, banjir danau glasial Himalaya disebut telah menewaskan setidaknya 14 orang, 120 lainnya dilaporkan hilang.
Read more »
Biaya Pengobatan Kanker Membengkak, Marshanda Pusing Terlilit UtangMarshanda sempat berutang ke orang-orang terdekatnya untuk membayar biaya pengobatan.
Read more »
Mertua Tasya Kamila Disebut Punya Kekayaan Melimpah, Ternyata Segini Gaji Andi W Bachtiar di Pertamina?Ini terlihat pernyataan Andi W. Bachtiar yang menyebutkan kalau orang-orang tahu alasan ia bercerai.
Read more »