Wilayah Kanyemba di bagian utara Zimbabwe adalah rumah bagi Suku Doma atau Vadoma, kelompok etnis dengan kaki unik menyerupai burung unta.
Wilayah Kanyemba di bagian utara Zimbabwe adalah rumah bagi Suku Doma atau Vadoma, kelompok etnis dengan kaki unik menyerupai burung unta.
Lantaran bentuk kaki yang hanya terdiri dari dua jari besar, banyak anggota Vadoma kesulitan mengenakan sepatu.Sebaliknya, kondisi kaki itu menguntungkan karena memungkinkan masyarakat suku untuk memanjat pohon lebih cepat.Memanjat pohon adalah keterampilan yang berguna dan sesuai dengan gaya hidupVadoma juga cenderung bangga dengan jati diri mereka, dan menganggap mereka lebih baik daripada anggota suku lain.
Kendati demikian, seiring waktu, masyarakat suku di Afrika ini memutuskan untuk meninggalkan cara hidup berburu dan pindah ke dataran rendah. Kondisi itu tidak lepas dari tindakan keras terhadap perburuan liar dan ancaman dari penjaga hutan di kawasan setempat.
Malaysia Latest News, Malaysia Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Badan Otorita IKN: Tak Ada Warga Suku Balik yang Akan Diusir dari SepakuBadan Otorita BKN minta agar jangan percaya semua pemberitaan yang meyudutkan. Ia bilang pemerintah akan berupaya kedepankan kesejahteraan masyarakat.
Read more »
7,8 Persen Masyarakat Punya Rumah Lebih dari Satu, Dibuat Apa?Penggunaan rumah lain yang dimiliki masyarakat meliputi dihuni keluarga tanpa membayar, dibiarkan kosong, dikontrakkan, serta dijadikan tempat usaha.
Read more »
Indonesia Eksportir Alas Kaki Terbesar Keenam di DuniaPada 2022, Indonesia merupakan eksportir produk alas kaki terbesar keenam dunia dengan kontribusi 4,1 persen terhadap pasar alas kaki global
Read more »
2 dari 10 Masyarakat Berencana Untuk Punya Rumah LagiMasyarakat di Kalimantan Timur yang paling banyak berencana memiliki rumah lagi.
Read more »
2 dari 10 Orang Berencana untuk Punya Rumah LagiMasyarakat di Kalimantan Timur yang paling banyak berencana memiliki rumah lagi.
Read more »