Studi: 3 Persen Populasi Belanda Kembangkan Antibodi Corona |Republika Online

Malaysia News News

Studi: 3 Persen Populasi Belanda Kembangkan Antibodi Corona |Republika Online
Malaysia Latest News,Malaysia Headlines
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 36 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 18%
  • Publisher: 63%

Studi terhadap donor darah Belanda menunjukkan 3 persen punya antibodi corona.

REPUBLIKA.CO.ID, AMSTERDAM -- Sebuah kajian ilmiah terhadap donor darah di Belanda menunjukkan bahwa sekitar tiga persen di antaranya telah mempunyai antibodi virus corona. Temuan itu berasal dari hasil studi yang belum dipublikasikan oleh bank darah Sanquin.

"Kajian ini menunjukkan tiga persen masyarakat Belanda telah mengembangkan antibodi di dalam tubuhnya untuk melawan virus corona," ungkap Van Dissel. Baca Juga Dengan jumlah populasi Belanda sebanyak 17 juta jiwa, Van Diessel menjelaskan bahwa sekian ratus ribu orang telah punya antibodi corona di tubuhnya. Menurut laman nltimes, Sanquin telah menguji sampel darah dan plasma dari donor asal Belanda untuk melihat apakah mereka pernah terinfeksi virus corona.

Persentase itu berkurang seiring bertambahnya usia donor. Tidak ada antibodi yang ditemukan di antara donor antara usia 71 dan 80, meskipun jumlah donor dalam kelompok usia itu juga jauh lebih rendah, yakni hanya 10 orang.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Malaysia Latest News, Malaysia Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Studi: Ibu Hamil dengan Covid-19 Punya Gejala RinganStudi: Ibu Hamil dengan Covid-19 Punya Gejala RinganStudi terbaru menunjukkan mayoritas ibu hamil dengan infeksi virus corona (Covid-19) punya gejala yang ringan, dibandingkan dengan kasus lainnya.
Read more »

Studi Baru Tegaskan Gangguan Mencium dan Merasakan Sebagai Gejala Virus CoronaStudi Baru Tegaskan Gangguan Mencium dan Merasakan Sebagai Gejala Virus CoronaSebuah studi baru mendukung anggapan bahwa hilangnya kemampuan mencium atau merasa sesuatu jadi awal gejala virus Corona COVID-19. GejalaCorona via detikHealth
Read more »

Kematian Menurut Islam dan Pembuktian Studi Ilmiah Modern |Republika OnlineKematian Menurut Islam dan Pembuktian Studi Ilmiah Modern |Republika OnlineKematian menurut Islam adalah berpindahnya roh dari tubuh manusia.
Read more »

Bahayakan Jantung, Studi Klorokuin Pasien Corona Dihentikan |Republika OnlineBahayakan Jantung, Studi Klorokuin Pasien Corona Dihentikan |Republika OnlineBrasil hentikan penelitian klorokuin untuk pasien corona karena membahayakan jantung.
Read more »

Studi Harvard: Social Distancing untuk Cegah Penyebaran Covid-19 Mungkin Diperlukan hingga 2022Hingga Rabu (15/4/2020), jumlah kasus virus corona di seluruh dunia telah mendekati angka 2 juta kasus, yakni sebanyak 1.995.947
Read more »

Studi FIFPro: Corona Bisa Sebabkan Depresi pada Pemain Bola |Republika OnlineStudi FIFPro: Corona Bisa Sebabkan Depresi pada Pemain Bola |Republika OnlineFIFPro dan PFA melakukan penelitian pada 150 pemain Australia pada Maret dan April.
Read more »



Render Time: 2025-02-26 14:59:58