Perjuangan Shinta bersama tim melayani pasien COVID19. kartiniday
Dua perawat perempuan ditambah untuk membantu tenaga laki-laki melayani pasien yang terjangkit virus yang tak kelihatan ini. Kedua perawat itu yakni Herlina dan Helda, sehingga jumlah perawat perempuan jadi lima orang.
"Kalau dinas pagi kami masuknya pada pukul 08.00 WIT dan berakhir pada pukul 15.00 WIT karena kita harus membuka Alat Pelindung Diri harus mandi, sterilkan badan lagi baru kita pulang ke asrama," ujarnya. Memakainya pun sesuai dengan SOP, membukanya juga harus sesuai SOP. Ada tempat khusus yang disediakan, dilengkapi dengan cairan disinfektan agar setiap kali mengganti APD harus disemprot agar virus corona dipastikan mati.
Kansha, putri satu-satunya Shinta dan Djumat Awaludin ayahnya, terpaksa dititipkan di kakak kandungnya yang tinggal di Deplat, Distrik Jayapura Utara. Ia terpisah dengan keluarganya sejak 15 Maret 2020 hingga kini hanya untuk melayani pasien COVID-19. Apalagi anak perempuannya masih kecil dan bapaknya sudah tua sehingga ia takut jangan mereka berdua tertular virus corona dari dia. "Saya juga tidak mungkin kembali ke rumah karena anak saya masih kecil dan bapak saya lansia. Saya takut pulang biar mereka sehat," ujarnya.
Malaysia Latest News, Malaysia Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Pasien Positif Covid-19 di RSD Covid-19 Wisma Atlet Berkurang 28 OrangTotal pasien yang menjalani rawat inap sebanyak 633 orang yang terdiri dari 365 pria dan 268 wanita di RSD Covid-19 Wisma Atlet.
Read more »
19 Pasien Sehat Disebut Positif, Lab COVID-19 Ditutup di IsraelKementerian Kesehatan Israel mengumumkan penutupan satu laboratorium pengujian virus corona COVID-19 pada Minggu 19 April 2020. Penyebabnya, laboratorium itu telah salah melakukan diagnosa terhadap 19 pasien.
Read more »
Program Kartu Prakerja untuk Korban PHK COVID-19 Dinilai Tak EfektifProgram kartu prakerja bagi korban PHK dampak COVID-19 dinilai tidak tepat dan bukan prioritas di tengah wabah Corona seperti sekarang ini
Read more »
Buruh Siap Aksi Besar 30 April Saat Wabah Covid-19, Ini Saran untuk PemerintahPara buruh akan melakukan aksi besar pada 30 April 2020, sehari lebih cepat dari May Day pada 1 Mei 2020.
Read more »