Sekjen NATO Katakan Ukraina Layak Jadi Anggota NATO, Rusia Protes

Malaysia News News

Sekjen NATO Katakan Ukraina Layak Jadi Anggota NATO, Rusia Protes
Malaysia Latest News,Malaysia Headlines
  • 📰 voaindonesia
  • ⏱ Reading Time:
  • 77 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 34%
  • Publisher: 63%

Sekjen NATO Jens Stoltenberg, Kamis (21/4) mengatakan bahwa Ukraina layak menjadi bagian NATO yang dipimpin AS, aliansi militer utama Barat. Tetapi sikapnya itu langsung menuai protes dari Rusia.

Sekjen NATO Jens Stoltenberg, Kamis mengatakan bahwa Ukraina layak menjadi bagian NATO yang dipimpin AS, aliansi militer utama Barat. Tetapi sikapnya itu langsung menuai protes dari Rusia.

Dalam lawatan pertamanya ke Ukraina sejak invasi Rusia 14 bulan lalu, Stoltenberg mengatakan dalam konferensi pers, “Biar saya perjelas, tempat Ukraina yang sah adalah di dalam keluarga Euro-Atlantik. Tempat yang sah bagi Ukraina adalah di NATO.” Stoltenberg mengatakan ia dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membahas program dukungan NATO untuk membantu “transisi Kyiv dari doktrin dan peralatan era-Soviet ke standar NATO dan memastikan interoperabilitas penuh dengan aliansi. NATO mendukung Anda hari ini, besok dan selama diperlukan.”Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan mencegah negara tetangganya, Ukraina, bergabung dengan aliansi NATO yang beranggotakan 31 negara itu masih menjadi salah satu tujuan dari invasi Rusia.

Sebelumnya bulan ini, Finlandia, yang memiliki perbatasan sepanjang 1.300 kilometer dengan Rusia, mengesampingkan netraliltasnya selama puluhan tahun dan bergabung dengan NATO. Negara tetangganya, Swedia, juga ingin bergabung dengan aliansi itu dalam beberapa bulan mendatang. Terlepas dari pernyataan Stoltenberg mengenai bergabungnya Ukraina dengan NATO, kemungkinan besar ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Negara-negara Barat secara individu telah mengirimkan persenjataan bernilai miliaran dolar ke Ukraina untuk membantunya menangkis invasi Rusia serta memasok informasi intelijen ke Kyiv namun tidak mengirimkan tentara. Jika Ukraina menjadi anggota NATO, para anggota lainnya akan wajib berperang bersama pasukan Kyiv untuk mempertahankan teritorinya.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

voaindonesia /  🏆 15. in İD

Malaysia Latest News, Malaysia Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Sekjen NATO Lakukan Kunjungan Perdana ke Ukraina |Republika OnlineSekjen NATO Lakukan Kunjungan Perdana ke Ukraina |Republika OnlineNATO berjanji akan mempertahankan dukungan untuk Ukraina dalam menghadapi Rusia.
Read more »

Sekjen: NATO tempat yang tepat bagi UkrainaSekjen: NATO tempat yang tepat bagi UkrainaSekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg pada Kamis, dalam kunjungan perdananya ke Ukraina sejak invasi Rusia tahun ...
Read more »

Kunjungi Ukraina untuk Pertama Kali, Sekjen NATO: Kami Mendukung Hari Ini dan selama DiperlukanSekjen NATO Jens Stoltenberg mengunjungi Kyiv untuk pertama kalinya sejak invasi Rusia. Sebut pihaknya dukung Ukraina hari ini dan selama diperlukan.
Read more »

Kremlin: Mencegah Aksesi Ukraina ke NATO Tetap Jadi Tujuan Rusia |Republika OnlineKremlin: Mencegah Aksesi Ukraina ke NATO Tetap Jadi Tujuan Rusia |Republika OnlineSekjen NATO melakukan kunjungan mendadak ke Ukraina pada Kamis.
Read more »

Update Perang Rusia vs Ukraina: Kanada Kirim Puluhan Senjata Runduk untuk UkrainaUpdate Perang Rusia vs Ukraina: Kanada Kirim Puluhan Senjata Runduk untuk UkrainaBantuan Kanada mencakup 40 senapan runduk (sniper), 16 radio, dan sumbangan dari dana NATO guna membantu Kiev melawan Rusia.
Read more »

Zelenskyy Tekan NATO untuk Undang Ukraina Bergabung, Juga Minta Lebih Banyak Jet Tempur dan SenjataZelenskyy Tekan NATO untuk Undang Ukraina Bergabung, Juga Minta Lebih Banyak Jet Tempur dan SenjataPresiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menekan NATO untuk segera undang Ukraina bergabung.
Read more »



Render Time: 2025-04-03 13:43:00