Perusahaan ritel peralatan rumah tangga asal Amerika Serikat, Bed Bath & Beyond Inc (BBBY.O) mengajukan perlindungan kebangkrutan
Pengajuan perlindungan kebangkrutan tersebut dilakukan setelah perusahaan gagal mendapatkan tambahan modal. Saat ini proses likuidasi tengah berlangsung.
Perseroan melaporkan, kerugiannya mencapai US$ 393 juta, setelah penjualan anjlok 33% untuk kuartal yang berakhir pada 26 November 2022. BBBY.O saat ini telah memulai proses likuidasi, mereka bermaksud menggunakan proses Chapter 11 untuk melakukan proses penjualan dan pemasaran terbatas, untuk sebagian atau seluruh asetnya.
Pada bulan Februari 2023, perusahaan kemudian merencanakan untuk mengumpulkan sekira US$ 1 miliar, melalui penawaran saham preferen dan waran untuk menghindari kebangkrutan.
Malaysia Latest News, Malaysia Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Raksasa Ritel AS Bed Bath & Beyond Resmi Mengajukan Bangkrut!Raksasa ritel asal Amerika Serikat (AS), Bed Bath & Beyond, secara resmi telah mengajukan kebangkrutan di pengadilan Distrik New Jersey.
Read more »
Bed Bath & Beyond Bangkrut, Pernah Berjaya pada Era 1990-anPeritel AS Bed Bath & Beyond yang pernah populer pada 1990-an gagal mengimbangi maraknya belanja online.
Read more »
Peritel Ikonik AS Bed Bath & Beyond BangkrutPeritel ikonik AS Bed Bath & Beyond mengumumkan bahwa mereka akan mengajukan perlindungan kebangkrutan dan menutup 360 toko mereka. - Halaman 1
Read more »
Sekutu Mulai Bergerak untuk Perkuat Pasukan Ukraina Jelang Serangan BalasanAmerika Serikat mengatakan akan segera mulai melatih pasukan Ukraina untuk menggunakan tank Abrams.
Read more »
Paramiliter Sudan Mengaku Bekerja Sama dengan Militer AS Untuk Evakuasi Diplomatnya dan KeluargaParamiliter Sudan, Rapid Support Forces (RSF) mengaku telah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat.
Read more »
Membongkar Perang Dagang AS Vs China & Upaya DedolarisasiPerang dagang antara Amerika Serikat dan China dimulai pada tahun 2018 saat Donald Trump menjabat sebagai presiden Amerika Serikat.
Read more »