Perlu ada pengaturan jam kerja dan beban kerja untuk menghindari kelelahan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kesehatan mental para tenaga medis yang merawat pasien Covid-19 perlu mendapatkan perhatian. Jika diperlukan harus melakukan identifikasi dengan bantuan psikolog terutama bagi yang sudah memiliki masalah psikologis sebelumnya.
Para tenaga medis, kata dia, bisa mengalami tekanan, baik dalam bentuk fisik maupun mental karena adanya wabah yang disebabkan virus corona baru itu. Tekanan fisik dapat muncul ketika jam kerja yang lebih lama karena banyaknya pasien yang harus ditangani seiring dengan bertambahnya orang yang positif Covid-19.
"Bukan hanya di lingkungan dalam rumah sakit, ada pula tekanan di luar seperti munculnya stigma terhadap tenaga medis sebagai orang yang merawat pasien Covid-19," kata Annelia.
Malaysia Latest News, Malaysia Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
WHO Minta Masker Medis Diprioritaskan ke Tenaga Kesehatan |Republika OnlineMasker medis adalah pelindung tenaga kesehatan di garda depan pandemi Covid-19.
Read more »
Emil Sulap Hotel Grand Preanger Jadi Penginapan Tenaga Medis |Republika OnlineHotel Grand Preanger merupakan hotel kelas bintang lima di Jawa Barat.
Read more »
Sultan Minta Masyarakat tak Tolak Tenaga Medis |Republika OnlineTenaga medis yang kembali kerumahnya sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Read more »
Muslim India Berikan Bantuan APD Kepada Petugas Medis |Republika OnlineTenaga medis di India harus memiliki APD yang memadai.
Read more »
Pemprov Malut Kontrak 41 Tenaga Medis Untuk Tangani Covid-19Kekurangan tenaga medis untuk menangani pasien Covid-19, Pemprov Maluku Utara mengontrak 41 tenaga medis.
Read more »
WHO sebut masker medis harus diprioritaskan untuk petugas kesehatanOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan masker medis harus diprioritaskan bagi petugas kesehatan yang berada di garis depan pandemi ...
Read more »