Perusahaan asal Australia menuntut Twitter Inc untuk membayar utang sebesar US$ 665 ribu atau setara dengan Rp 9,97 miliar dengan asumsi kurs Rp 15.000.
Ilustrasi Logo Twitter - Foto: Reuters/Kacper PempelInc untuk membayar utang sebesar US$ 665 ribu atau setara dengan Rp 9,97 miliar dengan asumsi kurs Rp 15.000.
Facilitate Corp mengatakan, sejak 2022 hingga awal 2023, mereka menjalankan pekerjaan memasang sensor di kantor Twitter London dan Dublin. Kemudian pihaknya juga menyelesaikan pemasangan untuk kantor di Singapura dan kantor di Sydney. Pekerjaan ini belum dibayar atau dilunasi oleh Twitter."Untuk pekerjaan itu, Twitter berutang kepada perusahaan masing-masing sekitar 203.000 pound, S$ 546.600 dan A$ 61.300," kata Fasilitator.
Malaysia Latest News, Malaysia Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Gagal Bayar Kontrak, Perusahaan Australia Gugat TwitterFacilitate Corp, telah mengajukan gugatan terhadap Twitter Inc di pengadilan AS, menuntut pembayaran kumulatif sebesar US$665.000.
Read more »
Erajaya (ERAA) Andalkan Segmen Bisnis Baru untuk Kerek MarginPT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) bakal mengandalkan bisnis vertikal perusahaan untuk mendorong margin laba perusahaan.
Read more »
OJK Tutup Hewlett Packard Finance, Ini PenyebabnyaPT Hewlett Packard Finance Indonesia merupakan perusahaan pembiayaan (multifinance) terafiliasi perusahaan printer, Hewlett-Packard.
Read more »
Twitter Down, Gara-gara Elon Musk?Pengguna media sosial twitter mengeluhkan akun twitternya bermasalah atau twitter down.
Read more »
Kemitraan Baru, Insinyur Indonesia Punya Peluang Besar Kerja di AustraliaIndonesia-Australia menandatangani Mutual Recognition Agreement antara Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Engineering Australia.
Read more »