Perspektif Perempuan Dinilai Kurang dalam Kebijakan Covid-19 |Republika Online

Malaysia News News

Perspektif Perempuan Dinilai Kurang dalam Kebijakan Covid-19 |Republika Online
Malaysia Latest News,Malaysia Headlines
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 77 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 34%
  • Publisher: 63%

Komnas Perempuan menilai perspektif perempuan masih kurang dalam kebijakan Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kebijakan dalam penanganan Covid-19 masih belum mewakili kebutuhan dan sudut pandang atau perspektif perempuan terutama pekerja dan buruh perempuan. Pernyataan ini disampaikan Komisioner Komnas Perempuan Tiasri Wiandani.

"Dalam situasi bencana, ketika dalam kondisi serba sulit, juga ada kerentanan bagaimana angka kekerasan terhadap perempuan ini juga perlu diperhatikan oleh pemerintah dalam melihat situasi sekarang," kata Tiasri dalam diskusi yang dilaksanakan Trade Union Rights Centre via konferensi video di Jakarta, Selasa.

Kekerasan terhadap perempuan selama masa pembatasan sosial berskala besar hanyalah salah satu dari konteks sosial yang harus dipertimbangkan dalam kebijakan penanganan Covid-19 yang mestinya diambil pemerintah. Menurutnya kebutuhan dan keperluan perempuan perlu ikut dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan, apalagi yang berskala besar.

Minimnya sudut pandang perempuan, kata Tiasri, dapat dilihat dari komposisi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang masih didominasi oleh laki-laki. Hal itu mengakibatkan perspektif yang diambil masih bersifat maskulin."Karena itu memang faktornya sangat maskulin dalam penanganan Covid-19. Ini hal yang perlu ditelaah," kata dia.

Kebutuhan dan kebijakan dari sisi perempuan perlu menjadi pertimbangan juga dalam pengambilan keputusan terkait Covid-19. Dia mengambil contoh kebijakan pemerintah salah satunya program Kartu Prakerja, yang merupakan program yang baik. Baca Juga Tiasri mempertanyakan apakah terdapat akses lebih bagi perempuan seperti manufaktur dan pekerja informal untuk kartu tersebut. Tiasri mengatakan perempuan mengisi hampir setengah dari angkatan kerja terdampak Covid-19 di berbagai sektor.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Malaysia Latest News, Malaysia Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Komnas Perempuan: Perspektif perempuan kurang dalam kebijakan COVID-19Komnas Perempuan: Perspektif perempuan kurang dalam kebijakan COVID-19Komnas Perempuan: potensi kekerasan terhadap perempuan selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jadi konteks sosial yang harus dipertimbangkan pemerintah dalam penanganan COVIDー19 Corona
Read more »

Pasien Positif Covid-19 di RSD Covid-19 Wisma Atlet Berkurang 28 OrangPasien Positif Covid-19 di RSD Covid-19 Wisma Atlet Berkurang 28 OrangTotal pasien yang menjalani rawat inap sebanyak 633 orang yang terdiri dari 365 pria dan 268 wanita di RSD Covid-19 Wisma Atlet.
Read more »

Perempuan-perempuan yang Berjuang di Tengah Pandemi Covid-19 – Bebas AksesPerempuan-perempuan yang Berjuang di Tengah Pandemi Covid-19 – Bebas AksesBertepatan dengan Hari Kartini 2020 ini, ada puluhan ribu ”kartini-kartini” kepala keluarga yang tengah berjuang melawan pandemi Covid-19. Humaniora adadikompas COVID19
Read more »

UPDATE Covid-19 Sumsel 19 April: Jumlah Pasien Positif Jadi 84 OrangUPDATE Covid-19 Sumsel 19 April: Jumlah Pasien Positif Jadi 84 OrangKasus positif corona baru di Sumsel pada 19 April 2020 menjadi 84 orang. Dari 30 kasus baru, rata-rata adalah warga Palembang.
Read more »

Per 19 April, Jumlah PDP Covid-19 di Indonesia Capai 15.646 OrangPer 19 April, Jumlah PDP Covid-19 di Indonesia Capai 15.646 OrangSementara data orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak lebih dari 178.000 orang per hari ini.
Read more »

19 Pasien Sehat Disebut Positif, Lab COVID-19 Ditutup di Israel19 Pasien Sehat Disebut Positif, Lab COVID-19 Ditutup di IsraelKementerian Kesehatan Israel mengumumkan penutupan satu laboratorium pengujian virus corona COVID-19 pada Minggu 19 April 2020. Penyebabnya, laboratorium itu telah salah melakukan diagnosa terhadap 19 pasien.
Read more »



Render Time: 2025-02-26 04:35:16