Pemerintah Bertanggung Jawab Memberikan Layanan Pendidikan untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Sudahkah Berkualitas?

Unit Layanan Disabilitas News

Pemerintah Bertanggung Jawab Memberikan Layanan Pendidikan untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Sudahkah Berkualitas?
DisabilitasPendidikan DisabilitasAutisme
  • 📰 liputan6dotcom
  • ⏱ Reading Time:
  • 53 sec. here
  • 6 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 38%
  • Publisher: 83%

Pemerintah memiliki beberapa hal terkait upaya memberikan layanan yang berkualitas untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus

Peran pemerintah dalam menyediakan layanan yang berkualitas untuk anak berkebutuhan khusus sangatlah penting. Plt. Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi , Aswin Wihdiayanto mengatakan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan terus berupaya memberikan layanan pendidikan yang baik bagi anak anak yang berkebutuhan khusus.

'Akan ada beberapa tahapan, tahapan pertama yang perlu diperhatikan adalah mengenai awareness,' katanya.'Oleh karena itu, kita akan masuk ke knowledge. Knowledge itu artinya bagaimana kita belajar untuk bisa menangani ini. Setelah itu kita membantu memberikan pelayanannya,' kata Aswin.'Dari awareness dulu kita persiapkan, maka sebagaimana nanti, kita berikan pelayanan, itu adalah skema pendidikan berjenjang untuk sekolah,' katanya.

Aswin menjelaskan terkait dengan kebutuhan semacam autis center, Kemendikbudristek sudah mendorong adanya pusat-pusat pelayanan untuk teman-teman disabilitas. 'Unit layanan disabilitas telah menjadi perhatian kemendikbudristek saat ini, juga nanti tentang bagaimana penguatan, pendampingan pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus, termasuk juga di sekolah sekolah reguler,' kata AswinUnit Layanan Disabilitas Membantu Sekolah untuk BertransformasiAswin mengatakan bahwa pemerintah memahami sekolah reguler itu awalnya bukan di-setting untuk anak berkebutuhan khusus.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

liputan6dotcom /  🏆 4. in İD

Disabilitas Pendidikan Disabilitas Autisme Anak Berkebutuhan Khusus

Malaysia Latest News, Malaysia Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Peringati Hari Buruh, Pekerja Tembakau Minta Hal Ini ke PemerinathPeringati Hari Buruh, Pekerja Tembakau Minta Hal Ini ke PemerinathKeberlangsungan tenaga kerja sangat bergantung terhadap sikap pemerintah yang bertanggung jawab atas kewenangannya.
Read more »

Hari Buruh Sedunia, Serikat Pekerja Tembakau Minta Pemerintah Tunda Pengesahan RPP KesehatanHari Buruh Sedunia, Serikat Pekerja Tembakau Minta Pemerintah Tunda Pengesahan RPP KesehatanMenurutnya, keberlangsungan tenaga kerja sangat bergantung terhadap sikap pemerintah yang bertanggung jawab atas kewenangannya.
Read more »

Serikat Pekerja Tembakau Minta Pemerintah Tunda Pengesahan RPP Kesehatan, Ini AlasannyaSerikat Pekerja Tembakau Minta Pemerintah Tunda Pengesahan RPP Kesehatan, Ini AlasannyaSerikat Pekerja Tembakau menilaikeberlangsungan tenaga kerja sangat bergantung terhadap sikap pemerintah, yang bertanggung jawab atas kewenangannya.
Read more »

Ancam Cabut KJP Siswa Ikut Konvoi Berujung Tawuran, Disdik DKI: Berani Berbuat Berani Bertanggung JawabAncam Cabut KJP Siswa Ikut Konvoi Berujung Tawuran, Disdik DKI: Berani Berbuat Berani Bertanggung JawabPurwo belum menyebut secara rinci jumlah siswa pemilik KJP yang ikut konvoi tersebut.
Read more »

Anies Baswedan Ungkap MBTI-nya adalah ENFJ, Berkarakter Peduli, Idealis dan Bertanggung JawabAnies Baswedan Ungkap MBTI-nya adalah ENFJ, Berkarakter Peduli, Idealis dan Bertanggung JawabAnies Baswedan ternyata memiliki tipe MBTI ekstrovert.
Read more »

Buntut Penundaan BRI Liga 1 2023/2024, PSSI Didesak Bertanggung JawabBuntut Penundaan BRI Liga 1 2023/2024, PSSI Didesak Bertanggung JawabPSSI didesak oleh Presidium Nasional Suporter Sepak Bola Indonesia (PN-SSI) terkait keputusan penundaan kompetisi BRI Liga 1 2023/2024. Penundaan dianggap lebih banyak menimbulkan kerugian daripada keuntungan.
Read more »



Render Time: 2025-04-06 19:48:42