Pedagang menganggap usaha di Pasar Tanah Abang saat ini jauh lebih buruk daripada saat pandemi covid-19.
EFREM, 38, hanya bisa menyaksikan saat melihat rekan-rekan sesama pedagang di Blok A Pasar Tanah Abang mulai menutup toko akibat sepinya pembeli. Pengunjung pusat grosir tekstil terbesar di Indonesia itu mulai berkurang sekitar 3-4 bulan yang lalu.
Ia menduga sepinya Pasar Tanah Abang terjadi karena ulah para pemilik pabrik konveksi besar yang langsung terjun berjualan di aplikasi Tiktok. "Nggak hanya itu, dampaknya kan pasti ke pemerintah juga karena pajak dari kita berkurang. Kita kan bayar pajak. Pemerintah ada dapat untung dari penyewaan kios juga. Itu bisa hilang kalau toko lebih banyak yang tutup," kata dia.
Malaysia Latest News, Malaysia Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Satpol PP Razia PKL di Pasar Tanah Abang yang Nakal Berjualan di TrotoarPenertiban dilakukan karena banyak pedagang yang menggunakan fasilitas umum untuk berjualan.
Read more »
Belasan PKL Tanah Abang Ditertibkan PetugasPedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Tanah Abang kembali ditertibkan oleh petugas. Sebanyak 217 petugas gabungan melakukan penertiban trotoar dan badan
Read more »
Legislator desak PAM Jaya sediakan air bersih di Tanah AbangKomisi B DPRD DKI Jakarta mendesak kepada PAM Jaya untuk menyiapkan pipanisasi air bersih di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat sebagai antisipasi krisis ...
Read more »