PBB telah memperingatkan bahwa larangan “tidak sah” Taliban terhadap staf perempuannya di Afghanistan dapat mendorong badan dunia itu untuk menghentikan operasinya di negara tersebut.
, mengeluarkan peringatan itu Selasa , beberapa hari setelah penguasa fundamentalis melarang karyawan perempuan Afghanistan bekerja untuk misi itu di negara miskin yang menderita akibat perang bertahun-tahun dan kekeringan berkepanjangan.
Selama periode peninjauan, kantor PBB di Kabul akan melakukan konsultasi yang diperlukan, melakukan penyesuaian operasional yang diwajibkan, dan mempercepat rencana darurat untuk semua kemungkinan hasilnya, kata pernyataan itu. PBB memiliki hampir 4.000 staf di Afghanistan, sekitar 3.300 di antaranya adalah warga negara Afghanistan. Di antara mereka terdapat sekitar 400 perempuan Afghanistan dan 200 staf perempuan internasional.
Komunitas global telah menolak mengakui keabsahan pemerintahan Taliban yang hanya terdiri dari kaum lelaki, terutama karena keprihatinan mengenai masalah HAM dan perlakuan terhadap perempuan.
Malaysia Latest News, Malaysia Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
3000 Staf PBB di Afghanistan Dirumahkan hingga Mei Menyusul Larangan Perempuan BekerjaPembatasan terhadap pekerja perempuan PBB, setelah larangan terhadap sebagian besar pekerja LSM perempuan oleh Taliban, dikecam internasional.
Read more »
Liverpool vs Arsenal Berakhir Imbang, Klopp: Entah Bagaimana Kami Tidak Menang, Saya Tidak TahuBos Liverpool Jurgen Klopp heran timnya tidak bisa memenangkan pertandingan saat melawan Arsenal di laga lanjutan Liga Inggris, Minggu malam.
Read more »
Impor KRL Bekas Tak Direkomendasikan, Kemenhub: Kita Ikut Aturan yang AdaSoal rekomendasi BPKP, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal tidak mengatakan secara langsung mendukung atau tidak.
Read more »
Di Tengah Kekhawatiran “Penangkapan Sewenang-wenang,” Taliban Bebaskan Dua AktivisTaliban telah membebaskan dua aktivis Afghanistan di saat PBB dan sejumlah kelompok pemerhati hak asasi manusia meningkatkan kewaspadaan atas meningkatnya penahanan secara sewenang-wenang yang terjadi di negara itu dalam beberapa bulan terakhir. Taliban, pada Senin (10/4), membebaskan Nargis...
Read more »
Badan PBB sebut jumlah warga sipil yang tewas di Ukraina hampir 8.500Hampir 8.500 warga sipil telah dinyatakan tewas selama invasi Rusia ke Ukraina, kata Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) pada Selasa, dan ribuan kematian lainnya dikhawatirkan belum terverifikasi.
Read more »
PBB Memastikan Jumlah Sipil yang Tewas di Ukraina Akibat Invasi Rusia Mendekati 8.500Angka tersebut, menurut PBB, adalah puncak gunung es, sementara jumlah korban sesungguhnya dari Invasi Rusia ini diyakini jauh lebih besar.
Read more »