Kunjungi India, Wakil Menlu Ukraina Minta Bantuan Kemanusiaan TempoDunia
TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Ukraina Emine Dzhaparova akan meminta India untuk bantuan kemanusiaan dan peralatan untuk memperbaiki infrastruktur energi yang rusak selama invasi Rusia. Permintaan ini akan dilontarkan pada kunjungan besok Minggu, lapor surat kabar The Hindu pada Sabtu 8 April 2023.
Dzhaparova, yang melakukan kunjungan pertama ke India oleh menteri pemerintah Ukraina sejak invasi Rusia, akan meminta India untuk mengirimkan 'pesan kuat untuk perdamaian' kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.Putin akan mengunjungi India pada Juli untuk menghadiri KTT Organisasi Kerjasama Shanghai dan akan kembali pada September untuk KTT G20, kata surat kabar itu.
Malaysia Latest News, Malaysia Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Bertemu Menlu Iran di Beijing, Menlu Prancis Desak Pembebasan WarganyaMenteri luar negeri Prancis mendesak Iran membebaskan warga negara Prancis yang 'ditahan secara sewenang-wenang'.
Read more »
Zelenskyy Buka Puasa Ramadan bersama Tentara Muslim Ukraina, Dekatkan Diri dengan Komunitas IslamMomen Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy buka puasa Ramadan bersama tentara muslim Ukraina.
Read more »
Menlu Lavrov Sebut Rusia dan Amerika dalam Fase PerangMenteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Rabu mengatakan bahwa Rusia dan Amerika Serikat (AS) saat ini berada di fase perang yang memanas
Read more »
AS Pertanyakan Komitmen China Bantu Akhiri Perang Rusia-UkrainaAmerika Serikat menilai China tidak konsisten dengan upayanya memfasilitasi perdamaian Rusia-Ukraina.
Read more »
Menlu Rusia sebut China target Barat berikutnyaMenteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Jumat mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan Barat akan menjadikan China sebagai target mereka berikutnya ...
Read more »
Menlu Rusia: China Akan Menjadi Target Barat BerikutnyaChina kemungkinan akan dijadikan target berikut oleh barat setelah Rusia. Hal ini dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.
Read more »