Menurut peneliti bidang marketing UNS Solo Catur Sugiarto, penulisan harga berakhiran 999 merupakan harga psikologis atau psychological pricing.
- Sebuah unggahan warganet yang mempertanyakan alasan penjual mencantumkan harga produk dengan harga Rp 81.999 atau berakhiran Rp 999, ramai di media sosial.Awalnya, ia mengunggah sebuah foto produk basreng pedas dengan nominal harga Rp 81.999.
Setelah itu, ia bertanya kenapa harga makanan tersebut tidak digenapkan namun diberi angka 999 di belakangnya.
Malaysia Latest News, Malaysia Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Polisi Buru Pajero Putih Pelaku Tabrak Lari yang Tewaskan Penjual Angkringan di SoloSumarno yang sehari-hari menjadi penjual angkringan menjadi korban tabrak lari di Jalan Yos Sudarso, Solo. Setelah empat hari dirawat intensif di rumah sakit, nyawa sang penjual angkringan pun tak tertolong.
Read more »
Resep Bakpao Isi Kacang Hijau, Lembut Seperti Buatan Abang PenjualResep bakpao seperti buatan penjual, lembut dan mengembang.
Read more »
Kisah Penjual Sabun Colek yang Jadi Kaya Raya di RISejarah Wings Group berawal dari penjualan sabun colek keliling yang dilakukan oleh Harjo Sutanto bersama temannya, Johannes Ferdinand Katuari.
Read more »
Cak Imin Diperiksa KPK soal Kasus Korupsi Kemnaker, Said Aqil: Kenapa Baru Sekarang? Anak SD Juga PahamSaid Aqil juga mempertanyakan mengapa pengusutan kasus itu baru dilakukan, kenapa tidak sejak dulu.
Read more »
7 Penyebab Kulkas Nggak DinginBerikut 7 penyebab kenapa kulkas kamu jadi nggak dingin.
Read more »