Pusat belanja tertua di Kota Depok, Ramayana Department Store menutup operasionalnya karena terimbas pandemi Covid-19.
TEMPO.CO, Jakarta - Dampak pandemi Covid-19 mulai terasa di Kota Depok. Salah satu pusat perbelanjaan tertua di Kota Belimbing ini yakni Ramayana Department Store menutup operasionalnya. Akibatnya sebanyak 87 karyawannya dilakukan pemutusan hubungan kerja .Hal itu diungkapkan oleh Store Manager Ramayana Depok, M Nukmal Amdar.
Terkait nasib para karyawannya, Nukmal mengatakan, perusahaan tetap akan membayar uang pesangon sesuai aturan yang berlaku. “Hak karyawan akan diberikan pesangon sesuai ketentuan. Prosesnya dalam tahap pemanggilan dengan kesepakatan bersama,” kata Nukmal.Nukmal tidak bisa memastikan, apakah pascapandemi Covid-19 ini, mal yang telah berdiri sejak 23 tahun di Kota Depok itu akan kembali beroperasi atau tidak.
Malaysia Latest News, Malaysia Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Depok Telah Membentuk 741 Kampung Siaga Covid-19 |Republika OnlineKampung Siaga Covid-19 di seluruh RW diharapkan dapat mencegah penyebaran Covid 19.
Read more »
100 Wartawan Kota Depok Ikuti Rapid Tes Covid-19 |Republika Online
Read more »
Gugus Tugas: Penyebaran Covid-19 di Depok Sudah Transmisi LokalHingga Senin, 6 April 2020 sudah ada 23 orang meninggal berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Kota Depok.
Read more »
Wali Kota Depok Klaim Telah Bentuk 741 Kampung Siaga Covid-19Wali Kota Depok Mohammad Idris mengklaim telah ada 741 Kampung Siaga Covid-19 berbasis RW, dari total 924 RW di daerahnya.
Read more »
50 DPRD Depok Dinilai Tumpul Kemanusiaan saat Covid-19Sebanyak 50 DPRD dinilainya lupa diri, padahal mereka bisa menjadi DPRD karena pilihan rakyat.
Read more »
Toko Swalayan di Depok Diminta Lakukan Sejumlah Langkah demi Tekan Penularan Covid-19Selain memeriksa suhu pengunjung, pengelola diminta memastikan agar semua pengunjung mencuci tangan dan mengenakan masker sebelum masuk ke toko.
Read more »