Gelombang PHK dipicu melesunya kegiatan ekonomi nasional imbas pandemi Virus Corona atau Covid-19.
Liputan6.com, Jakarta - Viral, sebuah video memperlihatkan puluhan karyawan departemen store Ramayana di Depok, Jawa Barat sedang saling bertangisan. Air mata bercucuran disertai saling memeluk seakan bentuk penguatan diri dari kondisi yang terjadi.
Organisasi Buruh Internasional melaporkan, 81 persen dari tenaga kerja global yang berjumlah 3,3 miliar, atau 2,67 miliar saat ini terkena dampak penutupan tempat kerja akibat Covid-19."Para pekerja dan dunia usaha sedang menghadapi bencana, baik di perekonomian maju dan berkembang," ujar Direktur Jenderal ILO Guy Ryder, dalam keterangan resminya.
"Banyak dari mereka berada dalam pekerjaan yang berupah rendah dan berketerampilan rendah, sehingga hilangnya pendapatan secara mendadak menghancurkan kehidupan mereka," ungkap Ryder. Bisa diduga, PHK dan merumahkan karyawan sementara imbas lesunya dunia industri yang menyebabkan perusahaan melakukan efisiensi. Jumlah ini masih bisa bertambah karena pelaporan masih dibuka hingga waktu yang belum ditentukan.
Dari Sumatera, data Dinas Tenaga Kerja Kota Palembang, menemukan terhitung sejak 5 April 2020, jumlah pekerja yang dirumahkan atau kena PHK mencapai ribuan orang. "Alasan perusahaan merumahkan para pekerjanya, karena kemampuan perusahaan yang terbatas. Sehingga tidak mampu menutupi biaya operasional," katanya.
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengaku, perusahaan terpaksa melakukan PHK, untuk mengurangi beban operasional. Stimulus pemerintah hanya mengurangi beban dari sisi pajak dan cicilan pinjaman. Sementara cashflow perusahaan tetap anjok. "Tidak tertutup kemungkinan, sektor-sektor usaha tertentu seperti hotel, restoran, cafe, pusat hiburan, transportasi akan menutup sementara usahanya sambil menunggu Covid ini dinyatakan berakhir sehingga iklim usaha kita bisa normal kembali," kata Sarman.
Saat ini PHK menjadi ancaman yang menakutkan bagi pekerja dan buruh. Kahar memaparkan, data dari Kementerian Ketenagakerjaan menyebut ada 1,2 juta orang secara nasional yang terkena PHK. 5 dari 8 halamanPemerintah Tak Tinggal DiamPemerintah sejatinya tidak tinggal diam dalam menyikapi masalah PHK ini. Presiden Joko Widodo mengakui, tantangan menghadapi pandemi ini tidaklah mudah. Harus dihadapi bersama-sama. Salah satunya meminta para pengusaha untuk tidak memecat para karyawannya.
Kemudian mengurangi shift kerja, membatasi/menghapuskan kerja lembur, mengurangi jam kerja, mengurangi hari kerja, dan meliburkan atau merumahkan pekerja/buruh secara bergilir untuk sementara waktu. Tak hanya diutamakan bagi pekerja dan pencari kerja muda, namun juga mereka yang terkena dampak langsung Covid-19.
"Sejalan dengan bantuan sosial, kita akan perkuat program padat karya tunai di kementerian-kementerian dengan total anggaran Rp 16,9 triliun," kata Jokowi. Selain bantuan dari Program Kartu Prakerja, para pekerja yang terkena PHK dan menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan atau yang sekarang disebut BPJamsostek sebenarnya juga bisa mencairkan Jaminan Hari Tua .
Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BPJamsostek Irvansyah Utoh Banja mengakui, khusus JHT, dia mengaku jika klaimnya melonjak 10,02 persen pada kuartal I-2020 dari periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut dia, beberapa regulasi yang sedang dan akan dijalankan saat ini perlu dilanjutkan. Perubahan konsep Kartu Prakerja menjadi program jaring pengaman sosial dan bantuan khusus bagi mereka yang terdampak Covid-19 adalah langkah yang bagus.
"Relaksasi regulasi untuk peningkatan investasi juga perlu disiapkan. Pembahasan RUU Cipta Kerja salah satu regulasi yang efeknya mungkin jangka panjang, tapi memang perlu disiapkan," kata Firdaus.
Malaysia Latest News, Malaysia Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Gelombang PHK Imbas Corona Diperkirakan Mencapai Puncak Bulan JuniJumlah karyawan yang mengalami PHK dan dirumahkan sejauh ini mencapai lebih dari 1,2 juta orang akibat pandemi virus corona.
Read more »
Antisipasi Gelombang PHK, Pemerintah Harus Tarik Investor untuk Sediakan Lapangan Kerja Baru - Tribunnews.compemerintah perlu menyiapkan rencana jangka panjang agar para pengusaha dan investor tidak lari begitu saja pascapandemi Covid-19.
Read more »
Ketika Ratusan Pegawai Ramayana Depok Terkena Gelombang PHK Imbas Covid-19Bukan hanya pegawai asli, tetapi sejumlah pegawai dari gerai-gerai yang titip edar di Ramayana Depok juga terpaksa angkat koper.
Read more »
Prediksi Puncak Gelombang PHK di RIVirus corona melumpuhkan ekonomi banyak negara hingga membuat badai pemutusan hubungan kerja (PHK) tak terelakkan.
Read more »
Gelombang PHK Terpa Ribuan Pekerja di Jabar hingga JatimRibuan pekerja terkena imbas dari lesunya ekonomi karena wabah virus corona di Jawa Barat dan Jawa Timur.
Read more »
Gelombang PHK Meningkat Daerah Kucurkan Jaring Pengaman Sosial962 orang yang terkena PHK dan 1.289 orang dirumahkan merupakan warga Kota Semarang, sedangkan sisanya adalah warga luar Kota Semarang seperti Kendal, Demak, Grobogan dan Kabupaten Semarang.
Read more »