Hari Raya Nyepi, dari Perayaan Keagamaan hingga Menjaga Bumi

Malaysia News News

Hari Raya Nyepi, dari Perayaan Keagamaan hingga Menjaga Bumi
Malaysia Latest News,Malaysia Headlines
  • 📰 hariankompas
  • ⏱ Reading Time:
  • 47 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 22%
  • Publisher: 70%

Tak hanya menjadi momen pembersihan diri, peringatan Hari Suci Nyepi juga turut memulihkan kualitas lingkungan alam.

Para pecalang melakukan ronda guna"mengamankan" kesucian suasana Nyepi tanggal 17 Maret 1991 menyambut perayaan Tahun Baru Saka 1311.

Ogoh-ogoh merupakan boneka raksasa yang dibuat sebagai simbolisasi atas kekuatan jahat yang suka mengganggu manusia, yang dalam ajaran Hindu disebut sebagai Bhuta Kala. Lebih lanjut, boneka ogoh-ogoh akan diusung dalam pawai yang mengelilingi desa. Keempatnya terdiri atas Amati Geni , Amati Karya , Amati Lelungan , dan Amati Lelanguan selama 24 jam. Dari konsepsi ini kemudian dikatakan bahwa saatnya masyarakat untuk berdiam diri, istirahat total dari segala kegiatan.

Mengutip Kompaspedia, korelasi antara berkurangnya polusi dan pelaksanaan Nyepi secara luas di Bali dibuktikan oleh penelitian oleh BMKG pada 2022. Proses dan hasil penelitian itu sendiri dikutip oleh laman resmi Mongabay. Secara umum, pengukuran BMKG menemukan adanya penurunan konsentrasi partikel debu secara nyata yang bervariasi pada berbagai lokasi yang diteliti selama Hari Raya Suci Nyepi 2022 dibandingkan dengan hari-hari biasa lainnya.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

hariankompas /  🏆 8. in İD

Malaysia Latest News, Malaysia Headlines



Render Time: 2025-02-26 15:53:32