Pertemuan massal keagamaan umat Kristen dan Islam di beberapa negara menjadi salah satu penyebab cepatnya penyebaran korona.
SEORANG pendeta di Myanmar bersama tiga orang rekannya akan dituntut melanggar hukum karena melawan aturan yang melarang penyelenggaraan pertemuan selama pandemi korona.
Sekitar 20 orang, yang terkait dengan ibadah itu dinyatakan positif tertular virus corona. Acara keagamaan itu diselenggarakan pada awal April, kata Ye Win Aung. David Lah juga bagian dari rombongan tersebut. Namun, kepolisian di Yangon mengonfirmasi bahwa tuntutan itu telah diajukan terhadap empat orang yang menyelenggarakan acara keagamaan tersebut. Tuntutan itu diserahkan ke dua kantor polisi di Kota Mayangone, Yangon.
Malaysia Latest News, Malaysia Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Pandemi Corona, Fraksi PDIP DPRD Tangsel Malah Gelar Kunker |Republika OnlineKetua Fraksi PDIP menyebut, fraksi lain juga mengadakan kunjungan kerja.
Read more »
Sambut Ramadhan saat Pandemi, Grab Malaysia Gelar e-BazarDengan menggeser konsep Bazar Ramadhan ke digital (e-Bazar), diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan pedagang kecil jelang momen puasa.
Read more »
ACT DIY Gelar Operasi Makan Gratis Selama Pandemi Covid-19 |Republika OnlineSetiap harinya ACT mendistribusikan tidak kurang 100 boks makanan siap santap
Read more »
Kata Polri Soal WNA Gelar Pesta Ultah di Bali Ketika Pandemi |Republika OnlineWNA di Bali menggelar pesta ulang tahun ketika pandemi Covid-19.
Read more »
Korsel Tetap Gelar Pemilu di Tengah Pandemi Covid-19Pemilu parlemen Korsel itu dimulai pada pukul 06.00 waktu setempat (pukul 04.00 WIB) dengan 43,9 juta pemilih terdaftar untuk memberikan suara.
Read more »