Insiden rasisme terhadap pendatang dari Afrika meningkat di Kota Guangzhou, Tiongkok. Ditemukannya sejumlah imigran yang terinfeksi virus corona memicu warga setempat bertindak diskriminatif Viruscorona
jpnn.com, GUANGZHOU - Insiden rasisme terhadap pendatang dari Afrika meningkat di Kota Guangzhou, Tiongkok. Ditemukannya sejumlah imigran yang terinfeksi virus corona memicu warga setempat bertindak diskriminatif. Dalam beberapa hari belakangan, terdapat laporan bahwa orang-orang Afrika di Guangzhou diusir dari kontrakan mereka oleh para pemilik properti. Beberapa dites COVID-19 berkali-kali tanpa diberitahu hasilnya, serta dijauhi dan didiskriminasi di muka umum.
Baca Juga: "Kelompok Duta Besar Negara-negara Afrika di Beijing dengan segera meminta penghentian tes dan karantina yang dipaksakan, serta perlakuan tidak manusiawi lainnya terhadap warga Afrika," bunyi nota protes tersebut, yang dikirim dengan tembusan kepada Ketua Uni Afrika Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, serta semua menteri luar negeri negara Afrika.
Malaysia Latest News, Malaysia Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Komunitas Afrika di Tiongkok Diteror Virus Corona, Sudah Ratusan PositifVirus corona menjangkiti komunitas pendatang asal Afrika di Kota Guangzhou, Tiongkok. Sejauh ini pemerintah setempat telah melakukan tes terhadap 4.553 orang dan menemukan 111 kasus positif. Viruscorona
Read more »
Takut Tularkan Virus Corona, Warga Afrika di Cina DidiskriminasiWarga Afrika di Guangzhou, Cina, mengalami diskriminasi karena takut virus Corona. Mereka diusir dari tempat tinggal mereka dan ditolak oleh hotel.
Read more »
Hampir 14 Ribu Orang Terinfeksi Covid-19 di AfrikaPusat Afrika untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menyatakan, 13.686 orang telah terkonfirmasi terinfeksi Covid-19...
Read more »
Disalahkan atas Gelombang Kedua Covid-19 di China, Negara Afrika KesalPara pejabat Afrika bereaksi keras terhadap laporan diskriminasi di China terhadap warga Afrika, di mana mereka disalahkan...
Read more »