Prancis, pada Senin (4/9), menerima kedatangan lima perempuan Afghanistan “yang diancam Taliban” setelah mengulangi permintaan untuk membentuk koridor kemanusiaan bagi perempuan yang kehidupan publiknya diberangus, demikian pernyataan seorang pejabat berwenang. Sejak kembali berkuasa pada...
Prancis, pada Senin , menerima kedatangan lima perempuan Afghanistan “yang diancam Taliban” setelah mengulangi permintaan untuk membentuk koridor kemanusiaan bagi perempuan yang kehidupan publiknya diberangus, demikian pernyataan seorang pejabat berwenang.
Sejak kembali berkuasa pada pertengahan Agustus 2021 lalu, Taliban telah menerapkan interpretasi hukum Islam yang ketat, dan kaum perempuan menjadi pihak yang paling terdampak aturan hukum yang PBB sebut sebagai “apartheid gender” itu.Perempuan dan anak perempuan dilarang bersekolah di sekolah menengah atas dan universitas, serta dilarang mengunjungi taman, tempat-tempat pameran dan gimnasium.
Sebagian besar perempuan juga dilarang bekerja untuk badan-badan PBB atau LSM. Ribuan perempuan telah dipecat dari pekerjaannya di pemerintahan, atau dibayar untuk tinggal di rumah., berdasarkan perintah presiden “perhatian khusus diberikan kepada perempuan yang terutama diancam oleh Taliban karena memegang posisi penting dalam masyarakat Afghanistan, atau memiliki kontak dekat dengan orang Barat.
Mereka melarikan diri ke negara tetangga Pakistan di mana mereka mencari perlindungan sementara. Dari negara itu, pihak berwenang mengatur evakuasi mereka, ujar Leschi. Begitu tiba di Prancis, mereka akan didaftarkan sebagai pencari suaka dan diberi tempat tinggal, sementara permohonan status pengungsi mereka dipertimbangkan, tambahnya.
Malaysia Latest News, Malaysia Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Prancis Evakuasi Lima Perempuan Afghanistan yang Terancam oleh TalibanPrancis menerbangkan lima perempuan Afghanistan yang diancam oleh Taliban dari Pakistan ke Paris, di mana mereka akan tiba pada hari Senin, kata kepala otoritas imigrasi Prancis, Didier Leschi, kepada AFP.
Read more »
Ratusan Orang Eritrea Diancam Deportasi Akibat Rusuh di IsraelKerusuhan terjadi di Israel antara dua geng Eritrea.
Read more »
Petugas Disekap Penghuni Panti Rehabilitasi Narkoba, Korban Semoat Diancam dengan Besi!Selain menderita luka di tangan, korban juga disekap di dalam kamar mandi oleh para pelaku.
Read more »
Petugas Disekap Penghuni Panti Rehabilitasi Narkoba, Korban Sempat Diancam dengan Besi!Selain menderita luka di tangan, korban juga disekap di dalam kamar mandi oleh para pelaku.
Read more »
Protes “Apartheid Gender,” Sejumlah Perempuan Afghanistan di Jerman Gelar Aksi Mogok MakanSekelompok perempuan Afghanistan di Cologne, Jerman, pada Senin (4/9), memulai aksi mogok makan untuk memprotes “apartheid gender” di Afghanistan yang kini dikuasai rezim Taliban. “Saat ini perempuan Afghanistan tidak boleh bersekolah atau kuliah di universitas, tidak dapat mengemudikan mobil,...
Read more »
Meski Banyak Diprotes, Presiden Prancis Macron Kekeuh Larang Penggunaan Gamis di SekolahPemerintah Prancis akan “tanpa kompromi” dalam menegakkan larangan baru terhadap abaya di sekolah, kata Presiden Prancis Emmanuel Macron pada pekan lalu.
Read more »