Proyek itu membawa sentuhan gaya Australia ke Los Angeles.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengembang hunian asal Australia Crown Group melebarkan ekspansi bisnis pertama ke pasar Amerika Serikat. Perusahaan mengembangkan proyek mixed-use kondominium dan hotel senilai tinggi Rp 8 triliun. CEO Crown Group Iwan Sunito mengatakan proyek tersebut akan membawa sentuhan gaya hidup Australia ke distrik Pusat Kota LA yang sedang berkembang. Adapun harga proyek tersebut sebesar 13 ribu dolar per SQM, dengan nama menara Sky Trees.
Menara setinggi 43 lantai yang mencolok ini memiliki desain inspirasional oleh Koichi Takada Architects yang terkenal di dunia dan untuk mendefinisikan ulang cakrawala di pusat kota LA. Menurutnya, proyek ini akan mewujudkan filosofi Crown Group tentang perpaduan arsitektur yang diilhami dengan visi futuristik tentang cara hidup baru untuk menjadi landmark yang ikonik bagi kota.
Menurutnya distrik Downtown yang berkembang di LA telah mengalami transformasi yang signifikan selama dekade terakhir. Ini dibuktikan dengan ekspansi LA Live, Warner Music dan Spotify mendirikan kantor, pengecer utama seperti Apple, Vans dan Paul Smith juga meluncurkan toko-toko utama mereka, beberapa restoran ikonik berekspansi ke Kawasan tersebut dan banyak pembangunan perumahan, hotel dan komersial juga sedang berlangsung saat ini.
Sementara Head of US Development Crown Group Patrick Caruso menambahkan pengembangan ini akan menawarkan titik perbedaan yang menarik bagi pembeli di Downtown LA dan membawa kondominium versi baru bagi mereka yang tinggal di distrik tersebut.
Malaysia Latest News, Malaysia Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Usai #BANGBANGCON, BTS Siapkan Proyek Baru di Bulan JuniBTS menghibur ARMY selama akhir pekan ini lewat konser online bertajuk 'BANG BANG CON'. Mereka pun mengungkap rencana baru dalam waktu dekat. Wah, apa itu? BTS via detikhot
Read more »
Proyek Investasi di Indonesia Didominasi Pekerja Asing?Benarkah proyek investasi di Indonesia didominasi tenaga kerja asing? via detikfinance
Read more »
Proyek Pabrik Hyundai di Bekasi Lanjut Meski Corona dan PSBBHyundai Motor Manufacturing Indonesia menyatakan telah mendapatkan izin terus membangun pabrik dan melakukannya dengan protokol kesehatan.
Read more »
Anggaran Pascalongsor di Kabupaten Bogor Rp 92,9 Miliar |Republika OnlineAnggaran perbaikan rumah rusak sedang Rp 10 juta dan rusak berat Rp 25 juta.
Read more »