Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengakui masih ada pengaturan rumah subsidi yang tak tepat sasaran
Komisioner BP Tapera Adi Setianto menjelaskan temuan adanya tak tepat sasarannya penyaluran rumah subsidi juga didapat oleh Kementerian Keuangan dan Badan Pemeriksa Keuangan . Dia pun mengungkap masalah ketidaktepat sasaran tersebut."Waktu itu mungkin tidak dihuni, jadi dianggap belum tepat sasaran. Ini inline dengan audit BPK," kata dia dalam Diskusi BP Tapera di Jakarta, Sabtu .
Tak Tinggal Diam Melihat kenyataan itu, Adi tak tinggal diam. Mengingat tak tepat sasarannya penyaluran rumah subsidi terjadi ditengah angka orang yang tak punya rumah atau backlog sebanyak 12,7 juta. "Memang tahun 2022-2023 itu target agar jadi makin kecil kita gandeng bank dan pengembang. Diharapkan melalui sistem ini bisa menyalurkan dana FLPP bisa lebih tepat sasaran," sambung Adi.
Untuk menggarap angka backlog perumahan ini, Kementerian PUPR sebenarnya bergandengan tangan dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakat . Hanya saja, kolaborasi keduanya dianggap belum optimal. "BP Tapera merekrut orang-orang yang berlainan dari PUPR dan Kementerian Keuangan sehingga tidak ada konsolidasi dalam hal visi dan misi. Akibatnya, gerak BP Tapera tidak akan sesuai harapan pemerintah untuk mempercepat penurunan backlog," ujar Panangian kepada media ditulis, Rabu .3 dari 3 halamanDana SubsidiSelain perihal manajemen, Panangian juga membedah berbagai keputusan BP Tapera termasuk dalam penempatan dana subsidi perumahan yang diterima lembaga tersebut.
Tren Angka Backlog Dengan strategi BP Tapera yang bertolak belakang dari misinya tersebut, tambah Panangian, angka backlog perumahan malah semakin memburuk. Dia merinci, ketika Presiden Soeharto turun dari jabatannya, angka backlog di Indonesia hanya 5,3 juta unit.
Malaysia Latest News, Malaysia Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Peneliti Akui Temuan Piramid Toba Masih Prematur, Singgung Faktor 'X'Peneliti BRIN mengaku studi mengenai piramida di Danau Toba masih prematur buat diungkap ke publik. Ada 'force majeur' yang membuatnya mengungkap itu.
Read more »
Kaesang Akui Ada Tawaran dari Puan untuk PSI Dukung Ganjar di Pilpres 2024Kaesang akui ada penawaran dari Puan untuk PSI dukung Ganjar di Pilpres 2024
Read more »
Surya Paloh Akui Kasus Mentan SYL Bakal Ada Dampak Elektabilitas Anies-Muhaimin: Tapi Sejauh Mana?Harapan masyarakat untuk mengusung misi perubahan harus tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Read more »
Martin Akui Tak Ada Lagi Rivalitas Macam Rossi vs Marquez di MotoGPPembalap Pramac Ducati Jorge Martin memastikan di MotoGP sekarang tidak ada rivalitas seperti yang pernah terjadi antara Valentino Rossi dengan Marc Marquez.
Read more »
Akui Salah Ucap, Surya Paloh Luruskan Pernyataannya soal Bubarkan NasDem jika Ada Kader yang KorupsiKetua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, mengaku salah ucap soal akan membubarkan partai jika ada kadernya yang korupsi.
Read more »
Ricky Kambuaya Akui Sempat Ada Momen Menyedihkan Saat Bela Timnas IndonesiaGelandang timnas Indonesia, Ricky Kambuaya, bicara tentang momen tak menyedihkan saat membela skuad Garuda.
Read more »