Berawal dari musibah, warga pedalaman Kaltara kini menatap asa baru

Malaysia News News

Berawal dari musibah, warga pedalaman Kaltara kini menatap asa baru
Malaysia Latest News,Malaysia Headlines
  • 📰 antaranews
  • ⏱ Reading Time:
  • 96 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 42%
  • Publisher: 78%

"Tei tero piah pedon kucu, Keting tero tali peku’ung, Nyet nuan wo tei an timan, Yu tukung tero, Ricuk Belinau Nyou tero kanan pekecet, Menyou ...

Kuatkan rasa saling berbagi,Lagu itu mewarnai upacara adat terkait adanya kepastian sebagian wilayah Metut dihibahkan untuk Nahakramo Baru, Kecamatan Malinau Selatan Hulu Kabupaten Malinau Kalimantan Utara.

Awalnya, warga Nahakramo Baru dulu berasal dari bagian warga Pelencau yang satu sub etnis dengan warga Metut, yakni Dayak Punan. Sama seperti desa-desa lainnya di pedalaman Kalimantan-- perpindahan penduduknya cukup tinggi. Kala itu, upaya Pemerintahan Orde Baru untuk merelokasi atau lebih tepatnya berupaya memindahkan warga berladang ke pemukiman "layak huni" kurang berhasil, salah satu alasan, pemukiman jauh dari lokasi mereka meramu hasil hutan. Hanya sebagian kecil yang mau pindah.

Mereka minta izin untuk tempat tinggal dan berladang. Desa Metut memberikan izin tinggal dan berladang. Ketika pemekaran kecamatan Malinau Selatan menjadi Malinau Selatan Hulu, Malinau Selatan dan Malinau Selatan Hilir, RT 2 Pelencau ini menjadi desa baru. Warsi berhasil menjembatani kedua desa untuk melakukan pembaruan berita acara hibah. Proses ini berjalan cukup panjang karena mulai muncul pemikiran-pemikiran baru di kedua belah pihak.

Warsi berhasil mengurai penyelesaian batas desa ini per segmen, sehingga masing-masing desa yang berbatasan menyepakati batas mereka. Saat ini yang tinggal berita acara batas wilayah Metut dengan Laban Nyarit. Sebenarnya narasi batasnya sudah di sepakati, tinggal dilakukan penandatanganan saja. Harapan dia semua masyarakat bisa berdamai, aman mengelola wilayahnya masing-masing sehingga ke depannya mereka bisa lebih baik dalam mengelola desa.

Dalam berita acara hibah disebutkan bahwa peninggalan lama Metut yang terdapat di wilayah Nahakramo, semisal kuburan lama tetap dipelihara, dan tidak boleh untuk dialihkan. Sedangkan untuk berladang warga Nahakramo bisa tetap berladang di dalam wilayah desanya tanpa perlu minta izin ke Metut. Sedangkan Nahakramo Baru sudah berada di desanya sekarang. Untuk itulah Nahakramo dan Pelencau bersepakat untuk mengelola wilayah bersama mereka, sebagai wilayah yang diwariskan nenek moyangnya.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

antaranews /  🏆 6. in İD

Malaysia Latest News, Malaysia Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Irjen Daniel Adityajaya Minta Anggotanya Bergaya Hidup SederhanaIrjen Daniel Adityajaya Minta Anggotanya Bergaya Hidup SederhanaKapolda Kaltara Irjen Daniel Adityajaya meminta jajarannya bergaya hidup sederhana.
Read more »

Gubernur Kaltara apresiasi dedikasi Satgas Pamtas RI-MalaysiaGubernur Kaltara apresiasi dedikasi Satgas Pamtas RI-MalaysiaPemerintah Provinsi Kalimantan Utara menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi Satgas Pamtas RI-Malaysia yang bertugas menjaga perbatasan sekaligus ...
Read more »

Pesan Gubernur Kaltara untuk personel Satgas Pengamanan PerbatasanPesan Gubernur Kaltara untuk personel Satgas Pengamanan PerbatasanANTARA - Upacara pelepasan dan penyambutan Satgas Pamtas yang bertugas di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia dilaksanakan di kota Tarakan, Kalimantan Utara ...
Read more »

Bea Cukai Tarakan Bersama Polda Kaltara Musnahkan Ribuan Ballpress Hasil PenindakanBea Cukai Tarakan Bersama Polda Kaltara Musnahkan Ribuan Ballpress Hasil PenindakanBallpress yang dimusnahkan merupakan barang hasil penindakan Mei 2022.
Read more »

Kampanye Jurnalisme Positif, Hindari Informasi Hoax Jelang Pemilu 2024Kampanye Jurnalisme Positif, Hindari Informasi Hoax Jelang Pemilu 2024Menuju Pemilu 2024, IJTI Kaltara lakukan kampanye jurnalisme positif untuk mencerahkan ruang publik dan masyarakat dari gempuran informasi hoax jelang Pemilu.
Read more »



Render Time: 2025-02-26 23:07:18