Bantah Menculik, Rusia: Deportasi Anak Ukraina untuk Lindungi dari Perang TempoDunia
TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Vassily Nebenzia membantah tuduhan bahwa Rusia secara sengaja mendeportasi anak-anak Ukraina ke negaranya atau mengizinkan anak-anak yang direlokasi diadopsi warga Rusia.'Yang terjadi saat ini adalah evakuasi dari zona perang yang sesuai dengan kewajiban hukum kemanusiaan internasional dan juga Konvensi Hak-Hak Anak,' kata Nebenzia kepada media pemerintah Rusia, TASS, dalam wawancara yang dirilis Jumat.
Nebenzia menyatakan jutaan orang telah dievakuasi ke Rusia, termasuk anak-anak. “Mereka sebagian besar tiba di negara tersebut bersama orang tua atau wali yang mengasuh.”Ia menjelaskan pihaknya hanya menemukan sedikit anak di panti asuhan yang tanpa asuhan orang tua, seraya menegaskan bahwa fokus utama Rusia adalah untuk menyerahkan anak-anak tersebut kepada keluarga atau kerabat mereka di Rusia.
Malaysia Latest News, Malaysia Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Rangkuman Perang Rusia Vs Ukraina: Rusia Tangkap Wartawan Mata-Mata ASRusia menuduh seorang wartawan Amerika Serikat (AS) untuk Wall Street Journal sebagai mata-mata dan menagkap serta menahannya.
Read more »
Pertama Kalinya, Rusia Tembak Jatuh Bom Pintar Buatan AS untuk UkrainaBREAKING NEWS Rusia mengklaim telah menembak jatuh sebuah bom pintar berpemandu GLSDB yang dipasok oleh Amerika Serikat.
Read more »
Presiden Argentina: Dunia Butuh Dialog Rusia-Ukraina untuk Akhiri Konflik BersenjataPresiden Argentina mengatakan bahwa dialog antara Rusia dengan Ukraina harus dilakukan untuk mengakhiri konflik bersenjata.
Read more »
AS Tuding Rusia Cari Senjata-Amunisi Tambahan ke Korut untuk Lawan UkrainaA) menuding Rusia ssedang mencari senjata hingga amunisi tambahan ke Korut. Persenjataan itu rencananya akan digunakan Rusia untuk perang melawan Ukraina.
Read more »
Rusia Gunakan TikTok untuk Dorong Narasi Pro-Moskow tentang UkrainaData terbaru menunjukkan, setidaknya beberapa musuh AS memanfaatkan aplikasi berbagi video TikTok yang sangat populer itu, untuk menyebarkan pengaruhnya. Sebuah laporan yang dirilis oleh Aliansi untuk Mengamankan Demokrasi (ASD) pada Kamis (30/3) mendapati bahwa Rusia 'menggunakan aplikasi...
Read more »
Menteri Yasonna Kaji Penghapusan VoA untuk WN Rusia dan UkrainaMenkumham Yasonna H. Laoly akan mengkaji permohonan Gubernur Bali Wayan Koster yang ingin menghapus Visa on Arrival (VoA) bagi warga negara Rusia dan Ukraina. via: detikbali_
Read more »