Aktivis, Sejarawan hingga Akademisi Desak Negara Tulis Ulang Sejarah Kasus Pelanggaran HAM Berat

Malaysia News News

Aktivis, Sejarawan hingga Akademisi Desak Negara Tulis Ulang Sejarah Kasus Pelanggaran HAM Berat
Malaysia Latest News,Malaysia Headlines
  • 📰 suaradotcom
  • ⏱ Reading Time:
  • 15 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 9%
  • Publisher: 53%

Pengakuan Presiden Joko Widodo atas 12 pelanggaran HAM berat tidak cukup.

Sidang perdana pelanggaran HAM berat Painai, Papua, digelar di Pengadilan Negeri Makassar. Dikawal ketat aparat kepolisian dan TNI, Rabu 21 September 2022 [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara Tambing]Sejarawan, aktivis, pegiat seni, hingga akademisi menggelar deklarasi mendesak Pemerintah Indonesia menulis ulang sejarah terkait kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia berat.berat tidak cukup. Mereka menyebut harus ada praktik konkret, salah satu yang terpenting dengan mengoreksi sejarah yang keliru.

Ita menilai, narasi sejarah yang keliru selama ini sering digunakan untuk membenarkan kekerasan politik di masa lalu. Dalam kesempatan yang sama, sejarawan Andi Achdian menyatakan, selama ini kasus pelanggaran HAM yang diamini masyarakat merupakan produk tunggal dari rezim Orde Baru .

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

suaradotcom /  🏆 28. in İD

Malaysia Latest News, Malaysia Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Pengadilan Pakistan Bebaskan Aktivis HAM dan Politisi dengan JaminanPengadilan Pakistan Bebaskan Aktivis HAM dan Politisi dengan JaminanPengadilan Pakistan membebaskan seorang aktivis hak asasi manusia (HAM) terkemuka dan seorang mantan anggota parlemen dengan jaminan pada Senin (28/8), kata pengacara mereka, setelah mereka ditahan karena memprotes penghilangan paksa. Imaan Mazari-Hazir, seorang pengacara, dan Ali Wazir,...
Read more »

Akademisi: RI harus berjuang di WTO terkait bea masuk biodieselAkademisi: RI harus berjuang di WTO terkait bea masuk biodieselAkademisi dari Universitas Indonesia (UI) menyatakan pemerintah perlu berjuang keras di World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan ...
Read more »

Akademisi Australia Takut Mati di Penjara ChinaAkademisi Australia Takut Mati di Penjara ChinaSeorang akademisi Australia yang dipenjara di China atas tuduhan spionase khawatir ia akan meninggal di penjara itu jika tidak menerima perawatan medis, kata teman-temannya pada Senin (28/8). Yang Jun, warga Australia kelahiran China, telah dipenjara di China sejak 2019 setelah dituduh menjadi...
Read more »

Selain Tudingan Penculik Aktivis, Gerindra Ungkap Kiriman Isu Baru Benturkan Prabowo dengan Umat IslamSelain Tudingan Penculik Aktivis, Gerindra Ungkap Kiriman Isu Baru Benturkan Prabowo dengan Umat Islam"...Tidak utuh, fakta yang diplintir dan hanya berupaya menimbulkan kegaduhan."
Read more »



Render Time: 2025-02-28 23:42:47