Presiden Turki Tayyip Erdogan meminta kedua belah pihak di Sudan untuk mengakhiri pertempuran dan kembali melakukan negosiasi.
Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan meminta kedua belah pihak di Sudan untuk mengakhiri pertempuran dan kembali melakukan negosiasi.
Erdogan mengatakan kepada kedua belah pihak bahwa Turki mengikuti peristiwa di Sudan, dan mengundang mereka untuk mengakhiri konflik dan kembali berdialog. Erdogan juga meminta pihak-pihak yang berkonflik di Sudan mengambil tindakan yang tepat untuk penggunaan Bandara Khartoum yang aman guna memastikan pemindahan warga negara Turki dari negara itu.
Dalam wawancara terpisah sebelumnya dengan Al Jazeera, para pemimpin pasukan lawan menolak untuk bernegosiasi satu sama lain, karena pertempuran berlanjut selama enam hari.
Malaysia Latest News, Malaysia Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Situasi Kemanan Sudan Siaga 1, Retno Marsudi: Korban Meninggal Mencapai 300 OrangMenteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengungkapkan bahwa situasi dan kondisi di Sudan semakin memanas, katanya saat ini status keamanan disana sudah siaga satu
Read more »
PPI Sudan: Seluruh pelajar Indonesia di Sudan dalam keadaan selamatPersatuan Pelajar Indonesia Sudan (PPI Sudan) mengatakan seluruh pelajar Indonesia di Sudan dalam keadaan selamat di tengah situasi perang antara militer ...
Read more »
Bulog Lepas 300 Peserta Mudik Gratis BUMN 2023Kegiatan mudik bersama rutin dilaksanakan oleh BUMN setiap tahun sebagai salah satu bakti Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.
Read more »
Kendaraan di Jalur Limbangan-Malangbong Meningkat 300 Persen, Skenario One Way Diberlakukan SituasionalSudah terjadi peningkatan sejak Selasa (18/4/2023) malam dengan persentase peningkatan 300 persen sehingga dilakukan lebih dari 20 kali satu arah atau 'one way'
Read more »
Sepak Terjang Mahfud MD Bongkar Aliran Dana 300 Triliun Disambut PublikKementerian Keuangan belakangan mendapat sorotan karena isu aliran dana mencurigakan dengan nilai lebih dari Rp 300 triliun.
Read more »