Infektologi Prancis, Florence Ader mengatakan lebih dari 30 penelitian dilakukan untuk menemukan obat virus Corona.
, Senin penelitian dilakukan sangat aktif di Prancis. Di mana melibatkan sekitar 1.600 pasien.
Ader memimpin langsung penelitian yang dijuluki Discovery itu dan bekerja sama dengan beberapa negara Eropa lainnya. Mereka melakukan uji klinis dari empat perawatan potensial termasuk hydroxychloroquine yang kontroversial.Dari 3.200 pasien di Eropa, setidaknya 800 ada di Prancis. Semua ada di rumah sakit dan mengidap sakit COVID-19 gejala berat.
Di seluruh dunia, sekitar 150 projek yang berusaha untuk mengembangkan vaksin melawan COVID-19. Ader mengatakan, Institut Pasteur salah satu institut yang bergengsi di Prancis akan melakukan uji coba terhadap manusia pada musim panas ini.
Malaysia Latest News, Malaysia Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Elemwe Produksi 30 Ribu Masker Gratis untuk MasyarakatSebagai bentuk kepedulian kasus pandemi Corona di Tanah Air, Elemwe membuat masker kain dan membagikannya secara gratis.
Read more »
Donasi 30 Ribu Masker untuk Tim MedisOpen donasi yang dibuka sejak awal bulan ini, kata dia, telah memproduksi 30 ribu lebih masker kain yang dijahit langsung oleh para pelaku UKM di Jakarta.
Read more »
30 Kata Semangat Bahasa Inggris untuk Pacar, Bantu Keluar dari KeterpurukanKata semangat bahasa Inggris untuk pacar memiliki makna yang mendalam dan mampu membantu keluar dari keterpurukan.
Read more »
KSPI: Buruh Tetap Gelar Demo 30 AprilPresiden KSPI Said Iqbal mengatakan buruh tetap melakukan aksi unjuk rasa pada 30 April yang diikuti di 20 provinsi. KSPI
Read more »
Di Tengah Pandemi, Buruh akan Gelar Aksi May Day pada 30 AprilAdapun tuntutan yang akan disuarakan dalam aksi itu ialah menolak omnibus law, setop PHK, dan liburkan buruh dengan tetap mendapatkan upah dan THR penuh.
Read more »
Pelaporan SPT Pajak Diperpanjang Sampai 30 Juni 2020Perpanjangan pelaporan SPT menyesuaikan dengan mewabahnya pandemi Corona.
Read more »